Oleh: Hadi Suroso Seperti yang sudah-sudah, bukannya aku tak mau membuka hati, dan terus menguncinya …
Menulis Syair Untuk Presiden (Episode Dua)
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Jika aku jadi presiden aku akan melanjutkan menulis syair ini Sambil…
Menulis Syair Untuk Presiden (Episode Pertama)
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Menulis syair untuk presiden Aku melihat tingkap-tingkap langit terbuka lebar Seperti…
Kita, Abadilah Selamanya
Oleh Hadi Suroso Kita belum benar-benar saling mengenal, namun debar di masing-masing dada kita sudah…
12 Baris Milik Pria Sejuta Aksara
Oleh: Dea Affriyanti Ucap wanodya pada si kutub utara Julukannya kembali merebak menjadi pria sejuta…
Kamulah Alasan Bahagiaku
Oleh Hadi Suroso Tak ada lagi tempat untukku bercerita. Menumpahkan segala yang ingin ku curahkan…
Belenggu
Oleh Hadi Suroso Semua tampak begitu nyata, masih menetap di kelopakku. Mengikuti kemanapun mata ini…
Bukan Cinta yang Timpang
Oleh Hadi Suroso Aku tak ingin jika apa yang kamu lakukan hanya untuk membahagiakanku, sementara…
Mahligai Sang Nusantara
Oleh: Dea Affriyanti Memata-matai barisan ancala Ditengah dersik nya tiupan anila Mengastukan dahayu sang…
Sajak Tahun 2024
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Serpihan waktu purba Dihembuskan.dari seonggok kesepian Babak belur di sudut hati…
Remuk
Oleh Hadi Suroso Saat kau katakan kita cukup sampai di sini. Seketika pandanganku menjadi kosong,…
Menulis Sajak dengan Air Lumpur
Karya : Pulo Lasman Simanjuntak Menulis sajak dengan air lumpur Tubuhku harus turun perlahan Ke…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
