Cerpen Pangeran Awan

Pangeran Awan

Oleh : Putri Pelangi Dia yang begitu teduh dan terlihat sangat sopan. Aku yang urakan dan begitu ramai dengan rambut terurai panjang sambil memegang gitar tiap kali bernyanyi. Layaknya artis di kantin sekolah. Aku yang selalu bahagia Aku yang sudah sangat terkenal sekali di kantin sekolah sebagai pembuat rusuh mampu dibuatnya terbisu dengan kehadirannya di […]

Lelaki Luar Biasa Pilihan Bapak Cerpen Milenianews

Lelaki Luar Biasa Pilihan Bapak

Oleh : Putri Pelangi Dia yang selalu memberiku hadiah setiap hari ulang tahun ku. Aku tak pernah memintanya. Sedikit  mengharap perhatian dari nya pun tak pernah. Tapi Dia tak pernah patah atau pun mundur untuk selalu mencuri perhatian dari aku. Namun sedikit pun aku tak ingin membalas segala perhatiannya. Terbesit ego dalam hati ku, aku […]

Cerpen Milenianews

Risa Amira Anak Ibu-ku

Oleh : Qotrunnada Fadhillah 20 tahun yang lalu Tepat di hari ini, 20 tahun yang lalu mama pergi meninggalkan aku dan papaku yang sakit karena kecelakaan sepeda motor saat papa ingin menjemput mama di stasiun kereta. Semenjak papa sakit, papa tidak lagi bekerja di kantor, papa hanya jadi tukang kebun di perumahan mewah dekat kami […]

Cerpen Zaviera Ku

Zaviera-ku

Oleh : Hilda Amalia Zaviera anak ku mengalami keterlambatan bicara, di usianya yang ketiga dia belum mampu berkomunikasi seperti anak yang lain, hatiku sedih dan rasa khawatir yang amat sangat ku alami, ya aku takut karena sebagian artikel yang ku baca mengindikasikan keterlambatan bicara dengan autisme. Untuk memenuhi rasa penasaran, aku mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai […]

Cerpen Senja

Senja

Oleh : Nurul Fitria Masih sama menawannya. Cahaya matahari yang hendak berlalu itu memberi ketenangan yang luar biasa. Yeah, itulah senja, selalu mempesona meski tak pernah lama. Hadirnya yang sebentar tak pernah membuat tatapan ini merasa bosan, masih sama mengagumkannya. Membuat yang memandang semakin tertawan, melihat sang mentari tergelincir turun perlahan-lahan. Dengan gradasi warna yang menyatu […]

Cerpen Pelangi Masa Lalu

Pelangi Masa Lalu

Oleh : Qotrunnada Fadhillah Kisah dua orang sahabat yang sama-sama sedang menguji kesungguhan dan kesejatian persahabatan mereka. Suatu hari mereka sepakat untuk membuat permainan, permainan yang sederhana, lomba lari dengan aturan selama dalam perjalanan mereka tidak boleh istirahat, berjalan, minum dan tidak boleh menyentuh atau merusak tanaman yang dilewati ketika mereka berlari. Dan mereka pun […]

Cerpen Cinta dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Oleh :  Muhammad Irham Pagi itu sayup-sayup terdengar timbul tenggelam lantunan ayat suci Al-Quran yang di lantunkan dengan suara merdu. Seakan mengisahkan kerinduan seorang hamba pada Rabb-Nya. Ia lah Lillah, yang tenggelam pada Al-Quran yang tengah ia lantunkan dengan penuh perasaan hingga tak menyadari seseorang sedang menatapnya dengan luapan emosi dan tatapan berbinar-binar penuh makna. […]

Cerpen Semua Manusia Sama milenianews

Semua Manusia Sama

 Oleh : Almahdini Auliya Rahim Abari Pagi ini seorang wanita paruh baya keluar dari gubuk tua. Dia terlihat sedang menggendong tas karung di pundaknya. Pakaiannya lusuh, mukanya pun kusam. Bu Siti namanya. Kini ia sedang bergegas untuk pergi memungut rongsokan yang berserakan di sekitar jalanan. Ia hidup sendirian, suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Ia […]

Cerpen Harga Sebuah Bahagia

Harga Sebuah Bahagia

Oleh : Shofie Rahma Untuk tawa yang temaram, Untuk senyum yang bersedih, Dan untuk bahagia yang kian palsu. Selamat tinggal, jiwaku kini sudah bahagia. Tiga tahun kulalui dengan perasaan kalut. Cemas, marah, bahkan benci pada diriku sendiri. Ya, tiga tahun yang amat menyiksa. Bahkan aku tak mengenal siapa diriku. Berlari dalam gelap yang tak tertembus […]

Cerpen Tempatku Pulang

Tempatku Pulang

Oleh : Farhatun Mufrodah Di sore hari kala senja hadir, begitu ramainya sebuah Cafe terkenal yang sering dikunjungi oleh Bagas. Langit terlihat mulai menampakkan sang jingga dari dasar cakrawala. Hati yang sedang tak tentu arah, sedang sedang mencari persinggahan yang sesungguhnya, tempat pulang untuk menetap bukan hadir sebentar lalu kembali berkelana. Beberapa jam yang lalu […]