Puisi karya TeHera Indonesia, namamu selalu berdegup dalam dada Kisah dalam sejarahmu mengalun merdu…
Jalan yang Besar
Puisi karya: Nindy Nara Jauh di atas sana lingkaran itu bergerak mengikuti jalurnya memancarkan…
Untukmu yang Aku Cintai Dalam Diam
Puisi karya: Hadi Suroso Genap semusim aku mengenalmu. Tak pernah terlintas aku akan mencintaimu. Entah,…
Empat Musim Mengasuh Waktu: Empat Perempuan Penyair Mengasuh Puisi, Pengalaman, dan Zaman
Milenianews.com, Jakarta— Podium Perempuan Penyair Indonesia (POPPI) akan meluncurkan buku kumpulan puisi Empat Musim Mengasuh…
Senyum Indah Melati
Puisi karya : TeHera Mentari sembunyi di balik awan putih Indah berseri menghias pagi…
Mercusuar di Ujung Tatapan
Puisi karya : TeHera Tegak berdiri Mercusuar di ujung tatapan Sinar mentari jatuh di…
Nyala yang Tak Mau Padam
Karya: Novita Sari Yahya Jangan menyebut demokrasi bila suara dibungkam ketakutan, bila pertanyaan dianggap ancaman…
Sejarah Tidak Ditulis oleh Bedak dan Senyuman
Karya: Novita Sari Yahya Perempuan Indonesia pernah melangkah melawan penjajahan, membawa cahaya gagasan di tengah…
Ani-Ani Kapitalisme: Penjajahan Tubuh Perempuan
Karya: Novita Sari Yahya Di ruang gelap mesin pemindai kepala, terbaca tubuh sebagai peta keinginan….
Kamulah Mutiara yang Indah
Puisi karya: Hadi Suroso Tak ada getar yang mendesir di detak nadiku. Tak ada debar…
Sial, Ia Nangis Darah
Karya: Dea Affriyanti Sejak hirap yang melelap,esok cerita koloni mati rasa.Kini penghormatan semakin kalap,milik golongan…
Pelabuhan Terakhir
Karya: Dea Affriyanti Mendekap lara yang begitu lama,mengerahkan cakra teruntuk basmara yang sementara.Kini, sudahlah lara,…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
