Oleh: Arsiya Oganara Di balik wajah adam nan sendu Tersimpan pikiran memalukan Perlahan tapi pasti,…
Puisi
Genosida Budaya Palestina
Oleh: Arsiya Oganara Tak kurang dari lima belas bulan berlalu, kobaran api melahap situs budaya…
Yanih, Hijau Melon tak Sesegar Dulu
Oleh: Arsiya Oganara Hijau muda warnamu sungguh menyegarkan, aroma melon benar-benar menyejukkan, bentukmu mudah disentuh….
Pagar Keserakahan
Oleh: Arsiya Oganara Pagar keserakahan merayap tak kurang dari tiga puluh kilometer sepanjang garis pantai itu.1)…
Fatamorgana Jumpa
Oleh: Siti Fadilatunnisa Annadzira Teruntuk Sang Tawa Kala Kecilku Pemilik Senyuman Penangkis Sendu Pena…
Samar, Tenggelam dalam Pilihan
Oleh: Dea Affriyanti Buku nya tak lagi usang Ditengah ramai nya gugusan bintang Perjuangan…
Ruang Tunggu
Oleh: Dea Affriyanti Relawan hati penuh ironi, Sang merpati yang berlagak indah bak karya…
Palestina, Gencatan Senjata
Oleh: Arsiya Oganara Berawal dari serangan tujuh Oktober dua ribu dua puluh tiga, menjadi semaian…
Tak Ingin Sekadar ‘Ingin’
Oleh: Dea Affriyanti Guratan ini hampir saja lenyap perlahan Bukan karena pena yang tak…
Kami Senang Mendaki Bukit-bukti Rohani
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Kami senang Mendaki bukit-bukit rohani Sepanjang dua puluh enam tahun Keluar…
Berdiri di Kaki Sendiri
Oleh: Arsiya Oganara Hai pemuda-pemudi Indonesia Getarkan semangat di dada dengan karya nyata Semangat, do’a,…
Keabadian Cinta
Oleh: Arsiya Oganara Taj Mahal lambang cinta Keajaiban cinta diantara lekukan dan aliran sungai…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
