Imbang Dramatis 3-3 Lawan Everton, Man City Gagal Dekati Arsenal

Mienianews.com, Jakarta – Memang kadang sepak bola terasa seperti ironi yang terlalu serius untuk ditertawakan. Bayangkan, sebuah tim menguasai 75 persen permainan, melepaskan 21 tembakan, tapi tetap gagal menang. Lebih aneh lagi, hasil akhirnya bukan sekadar imbang melainkan 3-3 yang rasanya seperti kalah pelan-pelan.

Di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, Selasa (05/05).  City datang dengan aura percaya diri. Mereka mengontrol permainan, mengatur tempo, dan membuat laga terlihat seperti latihan satu arah. Bahkan gol pembuka dari Jeremy Doku di menit ke-43 memanfaatkan umpan Rayan Cherki seolah jadi validasi bahwa semuanya berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Everton Resmi Pinjam Jack Grealish dari Manchester City untuk Musim 2025/26

Ketika Statistik Jadi Sekadar Hiasan

Masuk babak kedua, City masih memegang kendali. Tapi seperti sering terjadi dalam sepak bola dan mungkin juga dalam hidup yang dominan belum tentu yang menentukan.

Everton justru mencuri momentum. Dua gol cepat dari Thierno Barry dan Jake O’Brien membalikkan keadaan jadi 2-1. Tidak cukup sampai di situ, Barry kembali mencetak gol di menit ke-81, membuat skor berubah menjadi 3-1.

City mencoba bangkit. Erling Haaland memperkecil ketertinggalan lewat lob cerdik di menit ke-83, memanfaatkan umpan Mateo Kovacic. Harapan muncul. Sedikit.

Lalu, di menit 90+7, Doku kembali muncul kali ini sebagai penyelamat. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti menghujam gawang Everton. Skor 3-3.

Comeback ini terasa seperti memperbaiki kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi sejak awal.

Arsenal yang Tersenyum Diam-Diam

Hasil imbang ini bukan cuma soal kehilangan dua poin. Ini soal momentum yang terlepas di saat paling krusial.

Di klasemen, City kini mengoleksi 71 poin dan tertinggal dari Arsenal yang berada di puncak. Secara matematis, peluang masih ada. Secara realistis, situasinya mulai tidak nyaman.

Bahkan jika City menyapu bersih sisa laga, mereka hanya bisa mencapai 83 poin. Sementara Arsenal punya jalur yang lebih “ramah” untuk mengunci gelar jika tampil konsisten.

Baca juga: Man City Dipaksa Kalah oleh Brighton Setelah Bermain dengan 10 Pemain

Musim belum selesai. Masih ada laga yang bisa dimainkan, peluang yang bisa dikejar, dan skenario yang bisa berubah. Tapi jika ada satu momen yang bisa dikenang sebagai titik krusial, laga ini layak masuk daftar.

Karena di sini, Manchester City tidak kalah tapi juga tidak cukup menang. Dan dalam perburuan gelar, kadang yang paling menyakitkan bukan kekalahan besar, melainkan hasil imbang yang terasa seperti kesalahan kecil… yang datang di waktu yang paling tidak tepat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *