AI Jadi Kunci Transformasi Digital, UBSI Soroti Akses dan Talenta Digital

Transformasi digital AI

Milenianews.com, Bekasi — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) bergerak cepat dan mulai mengubah cara berbagai sektor bekerja. Di tengah laju itu, pertanyaan besar muncul: apakah Indonesia sudah siap memanfaatkannya secara merata?

Pertanyaan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi dan Informatika yang digelar Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di BSI Convention Center, Kaliabang, Bekasi, Kamis (9/4). Forum ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas peran AI dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.

AI Percepat Inovasi di Berbagai Sektor

Akademisi IPB University, Karlisa Priandana, menilai perkembangan generative AI saat ini berlangsung sangat pesat. Teknologi ini mampu mempercepat proses kerja yang sebelumnya memakan waktu panjang.

“Generative AI berkembang sangat masif. Banyak tools bisa dimanfaatkan untuk mendorong inovasi. Proses yang dulu lama, kini bisa dipercepat, termasuk pencarian ide,” ujarnya.

Ia menegaskan, AI tidak hanya membantu efisiensi, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi. Banyak sektor kini mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan solusi inovatif.

Baca juga: Dari Stunting hingga AI, Seminar FTI UBSI Bahas Solusi Digital untuk Indonesia

Tantangan Akses dan Talenta Digital

Meski peluang terbuka lebar, Karlisa mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah kesenjangan akses teknologi.

Ia menjelaskan, belum meratanya internet membuat pemanfaatan AI belum bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. Selain itu, jumlah talenta digital juga masih terbatas.

“Kalau akses internet belum merata, maka teknologi seperti AI juga sulit diakses secara luas. Kita juga masih kekurangan talenta digital,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.

Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital

Untuk menjawab tantangan tersebut, Karlisa menekankan pentingnya kolaborasi. Akademisi, pemerintah, dan industri perlu bergerak bersama.

Setiap pihak memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Kampus berperan menyiapkan talenta, industri mendorong inovasi, sementara pemerintah memperkuat regulasi dan infrastruktur.

Pendekatan ini dinilai penting agar transformasi digital tidak berjalan timpang dan dapat dirasakan secara merata.

Peran UBSI dalam Menyiapkan Talenta

Sebagai penyelenggara, UBSI menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta digital. Kampus ini terus mendorong mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan era teknologi.

Karlisa juga mengapresiasi kontribusi UBSI sebagai institusi pendidikan di bidang informatika. Menurutnya, jaringan kampus yang luas dapat membantu memperluas akses pendidikan teknologi.

“UBSI memiliki peran penting dalam meningkatkan jumlah talenta digital. Akses pendidikan juga bisa diperluas hingga ke berbagai daerah,” tuturnya.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa masa depan digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan manusia di dalamnya. AI memang membuka peluang besar, namun tanpa akses yang merata dan talenta yang kuat, transformasi digital berisiko berjalan tidak seimbang.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *