Milenianews.com, Jakarta – Di balik kerasnya latihan dan tekanan saat bertanding, ada cerita perjuangan yang membentuk mental seorang atlet muda. Itulah yang dialami Rusdi Ahmad Saputra, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, yang berhasil menemukan jalan prestasinya lewat olahraga taekwondo.
Bagi Putra, sapaan akrabnya, taekwondo awalnya bukan pilihan yang datang dari dirinya sendiri. Ia mulai mengenal olahraga bela diri asal Korea Selatan itu saat masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar sekitar tahun 2016. Kala itu, orang tuanya yang justru mendorongnya untuk ikut latihan.
“Awalnya saya tidak tertarik sama taekwondo, karena orang tua yang menyuruh masuk taekwondo jadi saya nurut aja,” ujar Putra, kepada media, Jumat (29/5).
Namun siapa sangka, keputusan sederhana itu justru membuka jalan panjang menuju berbagai pengalaman dan prestasi. Seiring waktu, Putra mulai menyadari bahwa dirinya memiliki bakat di bidang olahraga tersebut. Berbagai kejuaraan yang diikutinya menjadi titik balik yang membuatnya semakin serius menekuni taekwondo.
Kesibukan sebagai mahasiswa di UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, tidak membuat Putra mengendurkan semangat latihan. Ia justru belajar membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan pertandingan dengan disiplin tinggi.
Sebelum bertanding, Putra memiliki rutinitas khusus yang selalu dijaga. Mulai dari mengatur pola makan hingga menjalani latihan tambahan di luar kampus. Selain berlatih di dojang atau klub taekwondonya, ia juga rutin melakukan latihan mandiri di rumah.
“Biasanya pagi saya latihan ringan seperti shadow kick dan skipping. Kalau sore dan tidak ada jadwal kuliah, saya sempatkan jogging,” katanya.
Baginya, menjaga konsistensi latihan menjadi salah satu kunci penting agar tetap siap menghadapi kompetisi. Meski demikian, tantangan terbesar bukan hanya soal fisik, melainkan tekanan mental saat bertanding.
“Kalau tantangan terbesar saya itu takut pas tanding nggak ngasih yang terbaik, padahal di satu sisi banyak yang berharap sama saya,” ungkapnya.
Tekanan itu semakin terasa ketika dirinya harus menghadapi pertandingan penting. Bahkan dalam salah satu kompetisi, Putra harus menerima kenyataan pahit karena mengalami cedera lutut yang cukup serius. Di tengah rasa senang karena berhasil bertanding, terselip rasa kecewa terhadap dirinya sendiri.
“Yang pasti saya senang, tapi di satu sisi saya kecewa dengan diri saya karena pas tanding belum bisa memberikan yang terbaik. Ditambah saya juga mengalami cedera pada lutut,” tuturnya.
Meski begitu, pengalaman tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru dari proses itu Putra belajar bahwa perjuangan tidak selalu tentang kemenangan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus mencoba dan bangkit setelah gagal.
Baca juga: 22 Mahasiswa UBSI Lolos GSA 2026, Bukti Kampus Digital Kreatif Berprestasi
Semangat itulah yang kini terus ia pegang selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus atlet. Dukungan lingkungan kampus UBSI yang aktif mendorong mahasiswa mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik juga menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus berkembang.
Di akhir cerita, Putra membagikan pesan sederhana namun penuh makna bagi generasi muda yang masih ragu mengejar mimpi mereka.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Lebih baik mencoba tetapi gagal, daripada tidak pernah mencoba sama sekali,” pungkasnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













