News  

Gelaran Acara Bedah Buku ‘Bangsa Terbelah’ Dapat Apresiasi Luar Biasa

Bedah Buku

Milenianews.com, Jakarta – Gelaran acara Bedah Buku ‘Bangsa Terbelah’ karangan Dr. Icsanuddin Noorsy, B.Sc, MM, M.Si yang mengambil tema ‘Literasi Untuk Negeri’ mendapat apresiasi luar biasa dari penulisnya.

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian Dies Natalies ke-31, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bekerjasama dengan Forum Akademisi Indonesia (FAI) mengadakan acara Bedah Buku dengan ‘Bangsa Terbelah’.

Pada acara yang digelar di kampus UBSI Kalimalang pada Sabtu (16/03) tersebut, UBSI ingin selalu menjadi kampus yang mengedepankan Jaminan Mutu, juga sebagai pemberian edukasi mengenai budaya Literasi.

Baca Juga : Gelar Talkshow StartUp, Sebagai Potensi Bisnis Masa Depan

UBSI Sebagai Kampus Yang Mengedapnkan ‘Jamu’

Hal itu terwujud dengan konsistennya UBSI mendatangkan para tokoh-tokoh Nasional dalam kegiatan-kegiatan seperti Seminar, Workshop termasuk acara ini.

Seperti diungkap Wahyudi, Rektor UBSI menyampaikan, “Acara bedah buku ini juga bertujuan untuk mengedukasi para peserta mengenai manfaat literasi bagi diri sendiri,  bahkan dapat bermanfaat bagi negeri. UBSI juga selalu ingin mengedepankan Jaminan Mutu (Jamu),” ujarnya dikutip Republik.co.id pada Sabtu (16/03).

Menghadirkan Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.SC, MH, M.Si sebagai penulis buku Bangsa Terbelah, dengan pembahas Ahli Sejarah dan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi dan I Ketut Martana S.Sos, M.Kom selaku Kepala Program Studi (prodi) Administrasi Perkantoran UBSI).

Kemajuan Ekonomi Dilihat Dari Banyaknya Peluang Kerja

Ichsanuddin Noorsy, yang dikenal luas sebagai pakar ekonomi Indonesia mengatakan, inti dari buku ini tentang keprihatinannya terhadap ekonomi Indonesia sekarang yang terpuruk.

Baca Juga : Edukasikan Manfaat Literasi Pada Kaum Milenial Dengan Bedah Buku

Bahwa Indonesia sekarang perlu SDM yang berkompeten. Perkembangan ekonomi menurutnya, dilihat dari seberapa banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia.

 “Sekarang yang terpenting itu adalah lapangan pekerjaan,” ujarnya.

UBSI Salah Satu Kampus Pencetus Diskusi Tentang Ekonomi

Ia juga mengapresiasi gelaran acara ini. Menurutnya, UBSI merupakan salah satu kampus yang peduli membuka diskusi mengenai ekonomi.

“Belum banyak kampus yang mengadakan acara yang mengangkat tema ekonomi moneter, pada diskusi-diskusi publik juga belum ada,” paparnya.

Ridwan Saidi juga mengatakan hal serupa, bahwa pengangguran sangat banyak di Indonesia, menurutnya angka tersebut bahkan menunjukan banyaknya para sarjana yang ketika lulus hanya menjadi supir Grab atau ngojek.

“Para sarjana sekarang aja hanya jadi supir grab, ngojek,” paparnya. Selain itu, sebagai solusinya, mahasiswa harus sama-sama bergerak untuk membawa perubahan.

“Kita harus sama-sama bergerak untuk bawa perubahan, jangan terima bersih, udeh,” tutupnya. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *