Milenianews.com, Mata Akademisi – Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki peran sangat penting dalam keberlangsungan bumi dan seluruh penghuninya. Selain menjadi sumber pangan bagi manusia dan hewan, tumbuhan juga menghasilkan oksigen, menjaga kestabilan ekosistem, serta menjadi dasar dari hampir semua rantai makanan. Melihat tumbuhan melalui kacamata ilmu-ilmu alam membantu kita memahami bagaimana tumbuhan bekerja, bagaimana mereka dapat bertahan hidup, tumbuh, serta memberi manfaat besar bagi kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari, dapat diamati bahwa tumbuhan memiliki bagian-bagian utama seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah. Akar menancap ke dalam tanah dan menyerap air serta mineral, batang berdiri tegak menopang tubuh tumbuhan, sementara daun berfungsi menangkap cahaya matahari. Jika diamati lebih dekat, tumbuhan mampu melakukan proses yang terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya sangat kompleks, seperti mengambil air dari tanah, membuat makanan sendiri, dan bertahan pada kondisi lingkungan tertentu, seperti musim kemarau.
Baca juga: Kota, Ilmu dan Doa: Sebuah Potret Islamisasi yang Tak Disadari
Pengamatan tersebut menjadi dasar bagi para ilmuwan untuk bertanya bagaimana semua proses itu dapat terjadi. Pertanyaan yang muncul antara lain: bagaimana akar dapat menyerap air dan menyalurkannya hingga ke daun yang letaknya jauh di atas tanah? Mengapa tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk hidup? Bagaimana tumbuhan dapat menghasilkan oksigen? Mengapa beberapa tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai obat?
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, muncullah dugaan awal atau hipotesis, seperti: (1) air dapat naik dari akar ke daun karena adanya saluran kecil dalam batang serta proses kapilaritas dan transpirasi; (2) tumbuhan menghasilkan oksigen karena mereka membuat makanan melalui proses fotosintesis; (3) kandungan kimia tertentu dalam tumbuhan memberikan manfaat kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai obat.
Hipotesis ini belum tentu benar sepenuhnya, sehingga perlu diuji melalui percobaan. Dalam ilmu alam, setiap dugaan harus dibuktikan. Misalnya, untuk memahami kapilaritas, dapat dilakukan percobaan sederhana dengan meletakkan batang seledri ke dalam gelas berisi air berwarna. Setelah beberapa jam, warna tersebut akan naik ke daun, membuktikan bahwa batang memiliki pembuluh kecil yang menarik air ke atas. Untuk mempelajari fotosintesis, daun dapat ditempatkan di tempat gelap selama beberapa hari, kemudian dipindahkan ke tempat terang. Daun yang mendapat cahaya akan menghasilkan zat pati (amilum) yang dapat dibuktikan melalui uji yodium. Untuk mengetahui kandungan kimia pada tumbuhan, peneliti melakukan ekstraksi terhadap bagian tertentu seperti jahe, kunyit, atau daun binahong, lalu menguji efeknya terhadap kesehatan.
Setelah eksperimen dilakukan, ilmuwan menganalisis hasilnya. Dari percobaan kapilaritas, terlihat bahwa air dapat naik ke bagian atas tumbuhan tanpa pompa karena adanya gaya kohesi, adhesi, dan tarikan transpirasi. Dari uji fotosintesis, terbukti bahwa cahaya matahari sangat penting dalam pembentukan makanan tumbuhan. Tumbuhan memanfaatkan energi cahaya untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi glukosa dan oksigen. Analisis ini menunjukkan bahwa tumbuhan memiliki mekanisme kerja yang teratur dan sesuai dengan hukum-hukum alam, seperti fisika, kimia, dan biologi.
Baca juga: Bahaya Catcalling di Lingkungan Kampus
Dari seluruh proses ilmiah tersebut, dapat disimpulkan bahwa akar menyerap air dan mineral kemudian menyalurkannya ke seluruh bagian tumbuhan melalui pembuluh halus di batang. Batang berfungsi sebagai penopang dan jalur transportasi air serta nutrisi. Daun menjadi tempat utama terjadinya fotosintesis, yaitu proses penting yang menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen bagi makhluk hidup. Tumbuhan sangat bergantung pada cahaya matahari karena energi cahaya diperlukan untuk menghasilkan glukosa. Manusia bergantung pada tumbuhan, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai penghasil oksigen. Bahkan hewan yang kita konsumsi pun mendapatkan makanan dari tumbuhan. Selain itu, beberapa tumbuhan mengandung senyawa aktif yang bermanfaat sebagai obat tradisional, seperti jahe untuk menghangatkan tubuh dan daun binahong untuk membantu penyembuhan luka.
Jika dilihat dari perspektif ilmu-ilmu alam, tumbuhan bukan hanya makhluk hijau yang menghiasi bumi, tetapi sistem kehidupan yang bekerja sesuai hukum alam yang sangat teratur. Tanpa tumbuhan, tidak ada oksigen, tidak ada rantai makanan, dan tidak ada keseimbangan ekosistem. Penelitian ilmiah tentang tumbuhan membantu kita memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai keberadaan setiap makhluk hidup. Tumbuhan mengajarkan bahwa alam bekerja melalui proses yang runtut, terukur, dan saling terhubung. Dengan mempelajari tumbuhan melalui kerangka berpikir ilmiah, kita bukan hanya mempelajari sains, tetapi juga belajar untuk lebih peka terhadap alam, lebih bijak dalam bertindak, dan lebih bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi.
Penulis: Siti Nur Khabibah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













