News  

Segelas Air Bersih dan Senyum Santri Pakis, Saat Sumur Bor Ke-265 BMH Menjadi Solusi Nyata

BMH meresmikan sumur bor  ke-265 di Jawa Timur, berlokasi di MTs NU Pakis, Desa Bunut Wetan, Malang, Senin (23/4/2026). (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Malang– Bagi sebagian orang, memutar kran air dan melihatnya mengalir deras adalah hal biasa. Namun, bagi ratusan santri di MTs NU Pakis, Desa Bunut Wetan, Malang, aliran air bersih adalah sebuah kemewahan yang baru saja menjadi nyata.

Selama ini, Masjid dan MTs NU Pakis harus berjuang dengan layanan air swadaya yang sering “ngandat” atau mati total. Bayangkan, di saat para santri harus bersiap salat atau belajar, air justru tidak keluar. Aktivitas ibadah dan sekolah pun seringkali terhambat oleh hal yang terdengar sederhana namun sangat vital: air.

Namun, keresahan itu berakhir pada Senin (23/4/2026). Melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH), sebuah sumur bor baru resmi berdiri. Ini bukan sekadar sumur biasa, melainkan sumur ke-265 yang dibangun dari kepingan niat baik para donatur.

 

Bukan Sekadar Air, Tapi Harapan

Ustadzah Najmah, pengasuh sekolah tersebut, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, sekarang kebutuhan air jadi mudah. Santri-santri bisa lebih tenang belajar tanpa harus bingung lagi kalau air mati,” ujarnya.

Baca Juga : Air Bersih Mengalir di Kediri, Sumur Bor Ke-262 BMH Ubah Kualitas Hidup Santri

Kebahagiaan serupa terpancar dari Firdaus Kholis, salah satu santri. Baginya, tersedianya air berarti kenyamanan untuk beribadah dan belajar.

Inilah bukti bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola dengan baik bisa menyelesaikan masalah paling dasar dalam kehidupan manusia.

 

Satu Sedekah, Sejuta Maslahat

Imam Muslim, perwakilan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa program ini adalah cara BMH menghubungkan niat baik donatur dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Alhamdulillah, titik ke-265 ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat. Melalui zakat dan sedekah, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga mengangkat kualitas kesehatan dan kelancaran ibadah santri. Air yang mengalir ini adalah pahala jariyah yang tidak akan putus selama ia dimanfaatkan,” tuturnya.

Baca Juga : Sumur Bor Ke-263 BMH di Kediri Tingkatkan Kesehatan, Kenyamanan Belajar, dan Kebahagiaan Santri

Kisah dari Pakis ini mengingatkan kita semua: bahwa apa yang kita anggap kecil, seperti sedekah yang kita berikan, ternyata bisa menjadi solusi besar yang menghadirkan senyum di wajah para penghafal Al-Qur’an dan warga sekitarnya. BMH berharap, kolaborasi ini terus berlanjut agar krisis air di pelosok lain bisa segera teratasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *