Milenianews.com, Jakarta – Pagi bagi sebagian orang dimulai dengan kopi dan daftar pekerjaan yang sudah tersusun rapi. Namun bagi mereka yang berdiri di ambang masa depan, pagi sering kali dibuka dengan satu pertanyaan sederhana: apakah aku akan baik-baik saja di dunia kerja nanti?
Pertanyaan itu akrab bagi Dien Fitria (22). Mahasiswi yang kini juga bekerja sambil kuliah ini menyimpan mimpi yang sebenarnya terdengar sederhana — bekerja di bidang administrasi, resepsionis, atau hubungan masyarakat. Baginya, pekerjaan itu adalah pintu menuju kehidupan yang lebih stabil.
Namun jalan menuju ke sana terasa tidak selalu ramah.
“Jujur, kondisi kerja sekarang itu lumayan menantang. Banyak perusahaan yang minta pengalaman minim, sedangkan kita Gen Z belum punya pengalaman sebanyak itu,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (16/02).
Antara Ambisi dan Kecemasan Gen Z
Di tengah ketatnya persaingan kerja, kecemasan menjadi teman yang sering datang tanpa diundang.
“Iya, sering. Aku kadang mikir, ‘Apa nanti aku bakal sukses bisa kerja yang aku pengen?’ karena banyaknya kompetisi dan terkadang skill yang diminta juga terus berubah,” katanya pelan.
Setiap kali melihat daftar kualifikasi pekerjaan yang semakin kompleks, pikirannya dipenuhi pertanyaan baru.
“Aku suka kepikiran, apa ya yang harus aku tingkatkan? Terus sambil cek dulu skill yang dicari perusahaan, terkadang juga khawatir kurang siap dan harus ekstra usaha buat nunjukin kemampuan kita biar dilirik HR,” tambahnya.
Kecemasan itu bukan sekadar rasa takut gagal. Ia adalah refleksi dari generasi yang tumbuh di tengah perubahan cepat — ketika teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), berkembang lebih cepat daripada rasa percaya diri mereka.
Baca juga: Tiga Indikator Ekonomi Buktiin Indonesia Lagi On Fire
Harapan di Tengah Proyeksi Ekonomi
Di sisi lain, kabar tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional memberi sedikit ruang untuk bernapas. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen dalam beberapa tahun ke depan, yang diyakini akan membuka peluang kerja baru.
Bagi Dien, kabar itu menghadirkan optimisme yang hati-hati.
“Lumayan lebih optimis sih, karena dia bilang perekonomian akan membaik dan peluang kerja di masa depan tetap ada. Tapi aku juga gak mau berharap lebih, yang penting harus selalu tingkatin skill kita aja,” ujarnya.
Optimisme itu tidak sepenuhnya menghapus kekhawatiran. Namun setidaknya, ia memberi ruang untuk tetap bertahan dan berproses.
Belajar Bertahan di Era AI
Salah satu tantangan terbesar yang ia rasakan adalah tuntutan keterampilan baru, terutama di era digital dan AI.
“Yang paling ditakuti itu kalau harus ada tuntutan skill baru, seperti AI dan digital yang semakin cepat berubah,” katanya.
Meski begitu, Dien juga melihat sisi terang dari perubahan tersebut. Ia menyadari bahwa akses pembelajaran kini jauh lebih terbuka.
“Karena banyaknya sumber pembelajaran online yang bisa kita akses, jadi kita bisa belajar apa pun di zaman serba digital saat ini, asalkan kita bisa menguliknya,” ujarnya.
Baginya, bertahan bukan berarti tidak takut. Bertahan berarti tetap melangkah meski rasa takut itu ada. Ia berharap akan lebih banyak program magang, pelatihan keterampilan, serta peluang kerja yang tidak selalu mensyaratkan pengalaman tinggi bagi fresh graduate.
“Saya harap lapangan kerja tetap ramah manusia, bukan hanya fokus pada angka dan AI,” katanya.
Baca juga: 5 Alasan Kenapa Harus Belajar Koding di Era AI
Percakapan dengan Diri Sendiri
Di tengah segala ketidakpastian itu, Dien memilih percaya pada satu hal: proses.
Seolah berbicara kepada dirinya di masa depan, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat.
“Makasih udah gak nyerah, terus upgrade skill, dan tetap percaya proses itu penting,” ucapnya dengan senyum penuh harap.
Pesan itu terasa relevan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi banyak anak muda yang berjalan di jalur serupa — jalur yang dipenuhi pertanyaan, tetapi juga kemungkinan.
Karena bagi generasi ini, masa depan bukan sesuatu yang tinggal ditunggu. Ia adalah sesuatu yang diperjuangkan, dipelajari, dan disiapkan hari demi hari.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













