Milenianews.com, Timika– Jarak ribuan kilometer antara pusat ibu kota dan Mimika tidak menyurutkan langkah para santri Madrasah Aliyah (MA) Kampus Utama Hidayatullah Timika untuk memperluas cakrawala. Melalui ruang digital, mereka menggelar Hidayatullah Student Forum (HISUF) 2026 pada Rabu (20-21/5/2026). Forum yang berlangsung secara hibrida (hybrid) ini menjadi panggung bagi generasi muda Papua untuk bersiap mengambil peran dalam membangun peradaban masa depan.
Meskipun bertatap muka lewat layar virtual, atmosfer aula pertemuan di Timika terasa hidup. Antusiasme ratusan santri putra dan putri begitu kental saat mereka menyimak pemaparan materi demi materi dengan tertib, lalu bergantian melontarkan gagasan kritis serta pertanyaan berbobot kepada para narasumber di pusat.
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah, Ust. Imam Nawawi. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa HISUF bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah wadah akselerasi.
“Forum ini adalah ruang percepatan potensi bagi para santri agar mereka siap menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat,” ungkapnya.
Baca Juga : Sekolah Hidayatullah Yogyakarta Salurkan Bantuan Peduli Bencana Sumatera Melalui Laznas BMH
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Hidayatullah Mimika, Ust. Indra Rizki, turut memberikan suntikan motivasi. “Alhamdulillah, kami mengapresiasi kegigihan para santri dan pengurus lapangan yang berhasil menyukseskan acara ini,” tuturnya.
Ust. Indra berharap para santri MA Kampus Utama Timika dapat menyerap ilmu dan wawasan kelembagaan ini dengan optimal sebagai bekal penting untuk menjadi kader penggerak di masa depan.
Pergeseran Paradigma
Salah satu capaian terbesar dari forum interaktif ini adalah pergeseran paradigma para santri dalam memandang institusi tempat mereka belajar.
Melalui diskusi mendalam, para santri kini memahami bahwa Hidayatullah bukan sebatas lembaga pendidikan formal yang mengejar nilai akademik semata.
Lebih dari itu, lembaga ini merupakan sebuah gerakan peradaban (harakah tamaddun) yang berkomitmen kuat untuk membawa kemudahan dan kemajuan bagi masyarakat, menampilkan keindahan Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta mendukung penuh proses pembangunan umat, bangsa, dan negara Indonesia.
“Hidayatullah memiliki keunggulan dibanding sekolah luar karena pembinaan ilmu agama yang menjiwai ilmu umum dilakukan lebih mendalam. Selain itu, juga merasakan adanya pembiasaan ibadah yang kuat, seperti pelaksanaan shalat lail dan pembinaan ruhiyah lainnya. Ini bekal saya menjadi pribadi bermanfaat kedepannya,” jelasnya.
Keberhasilan HISUF 2026 yang berjalan tertib dan lancar ini melahirkan sebuah kesimpulan penting mengenai kematangan berpikir generasi muda di bilik pesantren.
Keaktifan para santri dalam berdialog secara daring mencerminkan rasa ingin tahu yang tinggi serta kesiapan mental untuk keluar dari zona nyaman.
Dari ufuk timur Indonesia, mereka telah mengirimkan pesan jelas bahwa keterbatasan jarak geografis bukan lagi penghalang untuk tumbuh menjadi arsitek peradaban masa depan yang membawa kemajuan bagi ibu pertiwi.








