Event, News  

Menghidupkan Jiwa Tegal Lewat Cerita

seminar digital kreatif DICO

Milenianews.com, Tegal – Suasana Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal pada Selasa (26/5) mendadak riuh oleh antusiasme ratusan pasang mata. Di dalam ruangan yang terletak di Jalan Sipelem No. 22, Kraton, Tegal Barat tersebut, pemikiran besar tengah digulirkan: bagaimana mengubah keseharian yang biasa dijalani, menjadi sebuah narasi digital yang bernyawa dan bernilai jual?

Pertanyaan besar itu terjawab tuntas dalam Seminar Digital Kreatif bertajuk “Build Your Brand, Share Your Story”. Event kolaboratif antara Digital Community (DICO) dan UBSI kampus Tegal ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda Tegal untuk naik kelas di industri kreatif digital.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Ivana Zulkha, seorang content creator lokal Tegal di bidang kuliner, lifestyle dan travel, membagikan rahasia dapur di balik layar industri kreatif yang kian padat dan kompetitif.

Baca juga: Bersepeda Menuju Mimpi: Kisah Inspiratif Wisudawan Berprestasi Institut SEBI

Meramu ‘Jiwa’ dalam Tiga Detik Pertama

Bagi sebagian orang, mendokumentasikan makanan enak atau tempat estetis saat liburan akhir pekan mungkin sudah cukup. Namun, di mata Ivana, konten tanpa narasi yang kuat hanyalah sekadar visual yang mati.

“Hal yang paling penting dalam storytelling itu adalah bagaimana membuat audiens merasa tertarik sejak awal,” ujar Ivana di hadapan para peserta seminar, Selasa (26/5).

Menurutnya, visual atau footage yang estetik menjadi gerbang pembuka. Kunci utama yang membuat audiens betah berlama-lama dan merasa terhubung adalah energi yang disalurkan melalui penyampaian cerita. Istilah itu biasa disebut hook dalam konten media sosial. Ivana sendiri kerap memanfaatkan kekuatan voice over dengan intonasi yang ceria dan penuh semangat untuk mentransfer energi positif langsung ke penonton.

Lebih lanjut, ia membocorkan formula krusial dalam dunia video pendek: hukum tiga detik pertama.

“Tiga detik pertama sangat penting sebagai hook untuk membuat orang penasaran. Saya biasanya langsung masuk ke inti video, misalnya ‘rekomendasi kuliner atau tempat baru’, supaya audiens langsung tertarik menonton sampai akhir,” jelasnya.

Selain itu, Ivana juga membagikan trik psikologi audiens yang kerap ia gunakan. Salah satunya dengan sengaja menaruh detail lokasi di akhir video, ia justru berhasil memancing rasa penasaran penonton. Efeknya? Kolom komentar menjadi ramai oleh interaksi.

“Jadi, storytelling itu bukan sekadar visual, tapi bagaimana membangun rasa penasaran dan koneksi dengan audiens,” tambahnya.

Menemukan Keunikan di Tengah Badai Tren

Di tengah gempuran ribuan kreator baru setiap harinya, mempertahankan unique value atau keunikan diri menjadi tantangan tersendiri. Ketika ditanya mengenai caranya bertahan, Ivana menekankan pentingnya memiliki pembeda yang otentik. Untuk dirinya sendiri, karakter suara, penyampaian yang singkat, padat, informatif, serta detail navigasi (seperti rute jalan) menjadi ciri khas yang selalu dicari audiens.

Bagi mahasiswa atau kreator pemula yang sering kali kehilangan arah karena tren digital yang berubah secepat kilat, Ivana menitipkan sebuah pesan penting: “konsistensi dan keberanian untuk bercermin pada diri sendiri”.

“Jangan takut mengevaluasi konten sendiri. Kalau views menurun, coba cari tahu apa yang kurang lalu perbaiki di konten berikutnya,” tegas Ivana.

Ia juga mengingatkan agar para pemula tidak antikritik. Komentar negatif, jika disikapi dengan bijak, justru bisa menjadi bahan bakar untuk berkembang.

“Kita juga harus terus mengamati tren dan belajar dari konten lain, lalu memodifikasinya sesuai karakter kita sendiri tanpa kehilangan identitas,” imbuhnya.

Tegal dalam Lensa Kreativitas Mahasiswa: Mulai Aja Dulu!

Sebagai kota yang kaya akan kultur kuliner legendaris, mulai dari warteg yang mendunia hingga sate Tegal yang menggugah selera, Tegal memiliki potensi lokal yang tak terbatas. Di sisi lain, hotel dan sektor wisatanya juga terus menggeliat. Potensi besar inilah yang dinilai Ivana harus segera ditangkap oleh mahasiswa Tegal yang dikenal melek teknologi.

Mahasiswa memiliki peluang emas untuk membawa potensi lokal ini bersaing di kancah nasional. Namun, langkah pertama apa yang harus diambil?

“Mulai dulu tanpa merasa terbebani harus langsung sempurna,” jawab Ivana.

Ia mematahkan stigma bahwa membuat konten berkualitas harus selalu menggunakan peralatan mahal atau teknik editing yang rumit. Konten sesederhana merekam jajanan sehari-hari pun bisa menjadi magnet audiens jika dikemas secara informatif dan dibuat dengan perasaan bahagia (enjoy). Bahkan, bagi mereka yang belum percaya diri menggunakan suara sendiri, tren audio atau musik yang sedang viral bisa menjadi solusi awal.

Baca juga: Kisah Inspiratif Anak Pedagang Asongan Menembus Batas Berkat Beasiswa, Bisa Kuliah Sampai S3

Sebagai penutup, Ivana meyakinkan para mahasiswa bahwa langkah kecil yang konsisten jauh lebih berharga daripada rencana besar yang tidak pernah dimulai.

“Yang paling penting adalah menikmati prosesnya dan konsisten membuat konten. Dari situ, kreativitas akan berkembang dengan sendirinya. Jangan takut memulai dari hal kecil, karena peluang besar bisa datang dari konten sederhana yang dibuat dengan niat dan konsistensi,” pungkas Ivana.

Melalui seminar ini, DICO dan UBSI kampus Tegal yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi telah berhasil menyalakan pemantik api kreativitas.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *