Milenianews.com – Setiap akhir bulan, Fajar (23) tak pernah absen menyisihkan sebagian penghasilannya, sebuah kebiasaan kecil yang ia rawat dengan disiplin, meski nominalnya tak selalu besar. Di balik rutinitas itu, tersimpan ambisi sederhana namun penuh makna: meraih kebebasan finansial di usia muda. Namun, di tengah langkahnya yang perlahan tapi pasti, Fajar sadar betul bahwa jalan menuju impian tersebut masih panjang dan dipenuhi berbagai tantangan nyata.
Namun, Fajar tidak menutup mata terhadap realita. Ia justru melihat jarak yang cukup jauh antara impian dan kondisi yang ia jalani sekarang.
“Kalau lihat di internet, kayaknya gampang banget. Tinggal investasi, punya passive income. Tapi kenyataannya, buat nabung aja kadang susah,” ujarnya, Senin (13/4).
Fajar tidak sendirian. Banyak anak muda mulai mengejar financial freedom sejak dini. Mereka aktif mencari informasi, mencoba berbagai cara menghasilkan uang, dan mulai mengatur keuangan. Namun di sisi lain, mereka juga harus menghadapi tekanan biaya hidup yang terus berjalan.
Baca juga: Tips Menabung Dana Darurat untuk Keuangan Stabil di Masa Depan
Antara Keinginan dan Kebutuhan
Nia (21), mahasiswi rantau, merasakan langsung tantangan tersebut. Ia sebenarnya ingin menabung secara rutin, tetapi kebutuhan harian sering kali lebih mendesak.
“Kadang niatnya mau nabung, tapi uangnya sudah habis duluan buat makan sama kos,” katanya.
Setiap bulan, Nia harus mengatur pengeluaran untuk kebutuhan dasar. Ia memprioritaskan makan dan biaya tempat tinggal sebelum memikirkan tabungan.
Karena itu, ia menyesuaikan targetnya. Ia tidak lagi memaksakan diri untuk menabung dalam jumlah besar.
“Sekarang fokusnya cukup buat hidup sebulan aja,” ujarnya.
Mencari Tambahan Penghasilan
Untuk memperbesar peluang menabung, Fajar tidak hanya mengandalkan satu sumber pemasukan. Ia aktif mencari pekerjaan tambahan.
Ia mengambil pekerjaan freelance ketika ada kesempatan. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk pekerjaan kecil yang bisa menghasilkan uang.
“Kalau cuma satu pemasukan, susah buat nyisihin. Jadi harus cari tambahan,” katanya.
Setiap kali menerima penghasilan, Fajar langsung membaginya ke dalam beberapa pos. Ia mengalokasikan untuk kebutuhan harian, tabungan, dan dana darurat.
“Walaupun sedikit, yang penting rutin,” tambahnya.
Baca juga: Ketika Anak Menjadi Tulang Punggung Keluarga: Realitas Generasi Sandwich
Terpengaruh, Tapi Tetap Selektif
Di sisi lain, media sosial terus memengaruhi cara pandang Gen Z. Banyak konten menampilkan anak muda yang sukses secara finansial di usia muda. Mereka menunjukkan investasi, penghasilan pasif, hingga gaya hidup mapan.
Lala (22) mengaku mulai tertarik mengatur keuangan karena sering melihat konten semacam itu.
“Awalnya karena sering lihat konten soal nabung sama investasi. Jadi kepikiran buat mulai,” katanya.
Namun, ia tidak menelan mentah-mentah semua yang ia lihat. Ia mulai membandingkan dengan kondisinya sendiri.
“Kadang jadi ngerasa tertinggal. Tapi aku juga sadar kondisi tiap orang beda,” ujarnya.
Belajar Mengatur Ekspektasi
Seiring waktu, Nia mulai mengubah cara pandangnya. Ia tidak lagi mengejar financial freedom sebagai target instan. Ia memilih fokus pada hal yang lebih realistis.
Ia mulai menyisihkan uang ketika ada sisa. Ia juga menahan pengeluaran yang tidak terlalu penting.
“Yang penting nggak punya utang dan bisa cukup buat kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Fajar pun melakukan hal yang sama. Ia terus menjaga konsistensi, meski jumlah tabungannya tidak besar.
Ia mengontrol pengeluaran, menunda keinginan, dan tetap disiplin menyisihkan uang.
“Menurutku, financial freedom itu bukan langsung besar. Tapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus,” ujarnya.
Baca juga: Inspirasi Menabung dari Seluruh Dunia yang Bisa Anda Coba
Proses yang Tidak Instan
Gen Z kini tidak hanya membicarakan financial freedom, tetapi juga mulai menjalankannya. Mereka mencari peluang, mengatur uang, dan membangun kebiasaan finansial sejak dini.
Namun mereka juga menghadapi realita yang tidak ringan. Mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan hidup, tekanan sosial, dan keinginan untuk berkembang.
Di tengah kondisi tersebut, mereka terus belajar. Mereka tidak selalu berhasil, tetapi mereka tetap mencoba.
Bagi sebagian Gen Z, financial freedom mungkin belum bisa dicapai dalam waktu dekat. Namun mereka sudah memulai langkahnya. Mereka membangun dari hal kecil, dari keputusan sehari-hari, dan dari usaha untuk bertahan sekaligus berkembang.
Dan dari sanalah, kebebasan finansial perlahan mulai terbentuk.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













