Milenianews.com, Bogor—Dua surat terakhir di dalam Alquran sering disebut dengan Al-Mu’awwidzatain. Yakni, Surat Al-Falaq (surat ke-113) dan Surat An-Nas (surat ke-114). “Dua surat terakhir di dalam Al-Qur’an ini mengandung doa perlindungan kepada Allah SWT,” kata Ustadz Hamdi Solah Al Bakry Lc Saat mengisi pengajian gru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani, di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jumat (22/9/2023).
Ia lalu menyebutkan beberapa keistimewaan Surat Al-Mu’awwidzatain tersebut. Pertama, tidak ada surat yang menyerupainya. “Kedua, Surat Al-Falaq dan An-Nas adalah bacaan terbaik untuk berlindung kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Nabi selalu meminta kepada Allah perlindungan dari penyakit ain (“penyakit mata jahat” atau “pandangan jahat”). Yakni, merujuk pada keyakinan bahwa pandangan negatif atau mata jahat dari seseorang dapat membawa dampak merugikan pada kesehatan dan kesejahteraan individu yang menjadi sasaran. “Bacaan yang paling bagus adalah Surat Al-Falaq dan An-Nas,” kata Ustadz Hamdi.
Ketiga, dianjurkan membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas setelah selesai shalat lima waktu. Selain itu, juga dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas (surat ke-112).
Keempat, dianjurkan sebelum tidur pada malam hari membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas.
Kelima, salah satu bacaan dzikir pagi dan petang hari adalah Al- Al Mu’awwidzatain dan Surat Al-Ikhlas
Keenam, saat Rasulullah meruqyah dirinya (ketika terkena sihir orang Yahudi), ia membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas dan ia melakukannya setiap malam.
Ketujuh, Malaikat Jibril dan Mikail meruqyah Rasulullah SAW dengan dua surat tersebut (Al Mu’awwidzatain).







