SMP Bina Insani Gelar STEM Innovators

SMP Bina Insani, Bogor, menggelar kegiatan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) Innovators, Kamis (7/5/2026). (Foto: Dok SMP Bina Insani)

Milenianews.com, Bogor—SMP Bina Insani menggelar Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) Innovators, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 9B dan 9 C, dan dilaksanakan di ruang kelas 9B dan 9c SMP Bina Insani, Bogor.

STEM adalah  pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan empat disiplin ilmu utama. Yakni, Sains (Science), Teknologi (Technology), Rekayasa atau Teknik (Engineering), dan Matematika (Mathematics) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih praktis dan aplikatif.

“STEM Innovators bertujuan untuk menguatkan pembelajaran STEM serta memberikan pengalaman langsung menjadi inovator dalam memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan eksperimen atau percobaan,” kata Kepala Sekolah SMP Bina Insani, Ujang Ridwan Hakim.

Ia menambahkan, dalam melaksanakan kegiatan STEM Innovators tersebut, SMP Bina Insani bekerja sama dengan lembaga Einstein Science Project sebagai fasilitator pembelajaran. “Kegiatannya diawali dengan pemaparan materi STEM, kemudian hands-on project, observasi, dan presentasi setiap kelompok,” ujarnya.

Eksperimen yang dibuat, kata dia,  melibatkan 4 kombinasi disiplin ilmu yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics, serta memfasilitasi peserta didik dalam berkreasi sekaligus berpikir kritis melalui kegiatan eksperimen.

“Permasalahan yang diangkat dalam pembelajaran ini berkaitan dengan sektor pertanian, dimana sektor pertanian telah menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia sejak lama. Selain pemenuhan konsumsi harian masyarakat, sektor pertanian juga berperan sebagai mediasi para petani untuk menyambung hidup,” paparnya.

Baca Juga : SMP Bina Insani Gelar Seminar Pendidikan Membangun Generasi Hebat dan Tangguh Melalui Talents Mapping

Ujang Ridwan menjelaskan, sistem irigasi (PP No.2/1998) merupakan faktor penting yang harus dimiliki, namun kondisi cuaca ekstrim (57% kekeringan di tahun 2025) dan minimnya teknologi menjadi suatu hambatan bagi hasil panen para petani dari segi kualitas maupun kuantitas. Cuaca ekstrim juga diprediksi pada tahun 2026 ini dengan fenomena El Nino.

Fenomena El Niño diprediksi melanda Indonesia pada semester kedua 2026, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi antara Juli hingga September.

Dengan ancaman fenomena ini, perairan pada pertanian harus tetap terjaga agar panen dapat dilakukan dan keberlangsungan hidup para petani sejahtera. Bagaimana upaya atau inovasi dapat membantu petani pada kondisi yang sangat @kritis ini?

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peserta didik diajak untuk membuat sistem irigasi otomatis menggunakan alat bantu sensor, dimana sensornya akan mendeteksi jika tanah tersebut kurang lembab kemudian alatnya akan mengairi tanah secara otomatis. Peserta didik diberi alat dan bahan eksperimen untuk merancang dan membuat sistem irigasi otomatis tersebut, dengan membandingkan debit air yang diperlukan untuk 3 jenis tanah yang berbeda, sehingga tidak hanya Sains, Teknologi, dan Rekayasa, tapi kemampuan Matematika peserta didik pun terasah.

“Harapannya murid dapat menyadari bahwa mereka adalah bagian dari inovator dalam memecahkan masalah yang ada dalam  kehidupan sehari-hari,” kata Ujang Ridwan Hakim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *