Milenianews.com, Bondowoso– Perjuangan ratusan santri Pondok Pesantren Al Firdaus di Desa Petung Sumber Blimbing, Bondowoso, untuk mendapatkan air bersih kini berakhir.
Selama bertahun-tahun, mereka harus berjalan jauh ke selokan hilir sungai hanya untuk mandi, mencuci, dan berwudhu. Pemandangan itu kini sirna setelah Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) meresmikan sumur wakaf bor ke-222 di Jawa Timur, di pesantren tersebut pada Jumat (5/9/2025).

Kehadiran sumur bor ini menjadi penanda dimulainya era baru bagi para santri. Mereka tak lagi terbebani masalah air, dan bisa fokus menimba ilmu agama dengan lebih nyaman.
Sumur wakaf ini didanai oleh H. Anang Kawi Prihandoko atas nama almarhum H. Moenarsip dan Hj. Mien Suparmi.
“Alhamdulillah, hadirnya sumur bor ini benar-benar meringankan beban santri. Dulu mereka harus berjalan jauh ke sungai, kini air sudah tersedia di pesantren,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al Firdaus, Ustadz H. Nur Hasan.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada donatur dan BMH.
Suasana haru dan bahagia menyelimuti peresmian yang disaksikan oleh para santri dan tokoh masyarakat. Air pertama yang mengalir dari sumur menjadi momen simbolis berakhirnya masa-masa sulit.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyebut program wakaf sumur bor ini sebagai kolaborasi kebaikan yang nyata. “Titik ke-222 ini kembali menjadi saksi bagaimana amanah dari donatur bisa memberikan dampak langsung bagi ratusan santri. Insya Allah, keberkahan terus mengalir untuk almarhum dan keluarga yang mewakafkan,” ujarnya.
Dengan ketersediaan air bersih yang memadai, para santri diharapkan dapat lebih giat belajar dan beribadah tanpa hambatan.
“Sumur wakaf ini bukan sekadar sumber air, melainkan juga wujud nyata kepedulian yang membawa berkah tak terhingga secara berkelanjutan bagi generasi bangsa,” tutup Muslim.
BMH-sumur bor ke-222













