Judul: Bercerai atau Bertahan: Memilih Peta Kebahagiaan
Penulis: Rikatama Budiyantie
Penerbit: Indiva Mitra Pustaka
Cetakan: I, 2026
Tebal: 141 halaman
Milenianews.com, Ngobrolin Buku– Buku Bercerai atau Bertahan: Memilih Peta Kebahagiaan hadir sebagai refleksi mendalam atas fenomena meningkatnya angka perceraian di Indonesia. Di tengah tren menurunnya angka pernikahan hingga sekitar 15% dalam lima tahun terakhir, justru angka perceraian menunjukkan peningkatan signifikan, terutama di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Melalui karya ini, penulis berupaya menjadi “teman berpikir” bagi pembaca dalam menghadapi dilema rumah tangga—sebuah fase yang tidak jarang penuh kebingungan, tekanan emosional, dan pertimbangan rasional antara memilih bertahan atau berpisah.
Mengurai Akar Masalah Perceraian
Pada Bab I, Kapan Harus Bercerai, penulis menguraikan berbagai faktor yang kerap menjadi pemicu perceraian. Di antaranya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), orientasi seksual yang ditutupi, perselingkuhan, perbedaan agama, persoalan finansial, hingga kecanduan seperti alkohol dan judi.
Menariknya, buku ini mengungkap bahwa sekitar 78% gugatan perceraian diajukan oleh pihak istri. Penyebab dominannya adalah perselisihan yang terus-menerus, masalah ekonomi, serta pasangan yang meninggalkan tanggung jawabnya. Penulis juga menyoroti fenomena penting: banyak pasangan yang secara emosional belum selesai dengan konflik, tetapi sudah memilih jalur hukum sebagai jalan keluar.
Pada Bab II, Memutuskan Bercerai, penulis menekankan bahwa perceraian bukanlah keputusan yang bisa diambil secara impulsif. Ada sejumlah aspek penting yang perlu dipersiapkan secara matang, mulai dari dialog spiritual dengan Tuhan, kesiapan mental dan sosial, hingga kesiapan finansial dan pemahaman terhadap jalur hukum yang akan ditempuh.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perceraian bukan sekadar keputusan pribadi, melainkan proses kompleks yang melibatkan dimensi emosional, sosial, dan legal.
Bab III mengulas secara praktis prosedur hukum perceraian di Indonesia, baik melalui Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama. Penulis menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak secara ringkas namun informatif, sehingga pembaca awam dapat memahami proses hukum tanpa merasa terbebani istilah teknis.
Dampak Emosional Pasca Perceraian
Pada Bab IV, Setelah Bercerai, pembaca diajak melihat sisi yang sering kali terabaikan: dampak emosional dan psikologis dari perceraian. Penulis mengungkap bahwa perceraian dapat meninggalkan luka mendalam, terutama bagi anak, bahkan dalam beberapa kasus dinilai lebih traumatis dibandingkan kehilangan akibat kematian.
Selain itu, buku ini juga memberikan panduan tentang hal-hal yang perlu disiapkan setelah perceraian, seperti pemenuhan kewajiban hukum, penanganan trauma pada anak, pemulihan diri, serta memahami siklus dan tahapan kesedihan.
Buku ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya relevan dan mudah diakses oleh berbagai kalangan:
- Menggabungkan perspektif hukum, psikologis, dan spiritual
- Bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami
- Pembahasan isu sensitif dengan pendekatan empatik
- Memberikan panduan praktis dalam pengambilan keputusan
Menemukan “Peta” Kebahagiaan
Secara keseluruhan, buku ini tidak mengarahkan pembaca untuk memilih bercerai atau bertahan. Sebaliknya, ia membantu pembaca menemukan “peta” kebahagiaan yang lebih jujur dan manusiawi.
Bercerai atau Bertahan: Memilih Peta Kebahagiaan menjadi bacaan penting bagi pasangan menikah, calon pasangan, maupun siapa saja yang ingin memahami dinamika hubungan secara lebih matang. Buku ini mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan perjalanan emosional dan spiritual yang membutuhkan kesadaran, keberanian, dan kebijaksanaan.










