Menyongsong Masa Depan Pendidikan, YBKSP Bakti Mulya 400 Gelar Town Hall Meeting: “Leading Future Education: Rooted in Values, Ready for the World”

CEO YBKSP BM 400,  Dr. H. Sutrisno Muslimin, M.Si., menyampaikan amanatnya  pada acara Town Hall Meeting Sekolah Bakti Mulya (BM) 400, di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400, Senin (6/7/2026). (Foto: Dok BM 400)

Milenianews.com, Jakarta–Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 sukses menyelenggarakan agenda Town Hall Meeting yang berlangsung dengan penuh khidmat di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400. Mengangkat tema besar “Leading Future Education: Rooted in Values, Ready for the World”, acara ini dihadiri langsung oleh CEO, pimpinan seluruh unit sekolah Jakarta, Depok, dan Cibubur, serta seluruh dewan guru pada Senin (6/7/2026).

Rangkaian acara yang penuh semangat ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,  lalu Mars BM400 secara bersama-sama oleh seluruh hadirin. Acara kemudian berlanjut pada prosesi penandatanganan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Deputy COO untuk BM 400  Cibubur yaitu Sofiandi, B.A.,M.HI.,Ph.D dan BM 400 Depok yaitu Eliyani Umas Triana, M.Pd.I. Pengangkatan COO tersebut diambil sebagai langkah nyata untuk memastikan kualitas pembelajaran di setiap unit satuan pendidikan dapat terjaga dengan baik.

Selanjutnya, CEO YBKSP BM 400,  Dr. H. Sutrisno Muslimin, M.Si., menyampaikan amanatnya sekaligus memaparkan hasil ekspansi sekolah yang sangat menggembirakan. Ia  mengumumkan kehadiran 86 guru baru di lingkungan BM 400, serta capaian luar biasa perolehan siswa baru di seluruh unit sekolah. Bahkan, sekolah BM 400 Cibubur berhasil menjaring 305 siswa dan sekolah BM 400 Depok sukses melampaui target dengan meraih 152 siswa dari target awal 140 siswa.

Di hadapan seluruh dewan guru, Sutrisno mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini sedang berubah dengan sangat cepat akibat disrupsi teknologi, kecerdasan buatan (AI), perubahan karakter peserta didik, hingga tingginya ekspektasi orang tua. Ia menegaskan bahwa organisasi yang tidak mau berubah perlahan-lahan pasti akan ditinggal oleh zaman.

Baca Juga : Pidato Inspiratif Wisuda BM 400, Sudirman Said: Kita Harus Optimistis  Indonesia Mampu Naik Kelas

“Modal terbesar lembaga adalah manusia, yaitu guru yang setiap hari mendidik dengan hati serta karyawan yang bertanggung jawab, di mana esensi ini tidak akan pernah bisa digantikan dengan teknologi apa pun. Oleh karena itu, tidak cukup bagi pendidik hanya sekadar datang bekerja, melainkan harus terus meningkatkan kualitas kerja dan berani menciptakan sesuatu yang lebih baik,” jelas Sutrisno.

Ia  menekankan bahwa tiga pilar utama sekolah, yaitu religius, nasionalis, dan internasionalis, harus benar-benar hidup dalam setiap tindakan dan budaya kerja sehari-hari. Menurutnya, momentum ini harus menjadi sarana untuk menyamakan langkah dan memperkuat komitmen demi menghadirkan pendidikan berkualitas, berkarakter, serta berdaya saing global, karena pada akhirnya masa depan hanya akan dibangun oleh mereka yang berani menjadi bagian dari perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *