Kelompok 13 “Aksara Bhakti” IIQ Jakarta Mulai Penjajakan Lapangan: Kunjungi Tiga Dusun dan Gali Potensi Desa Kembang Kuning

Memasuki hari kedua masa Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kelompok 13 "Aksara Bhakti" IIQ Jakarta memulai rangkaian kunjungan resmi ke berbagai titik di Desa Kembang Kuning, Kdcamatan Klapanunggal, Bogor,  Sabtu (4/7/2026).  (Foto: Dok IIQ)

Milenianews.com, Klapanunggal, Bogor — Memasuki hari kedua masa Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kelompok 13 “Aksara Bhakti” Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta memulai rangkaian kunjungan resmi ke berbagai titik di Desa Kembang Kuning, Kdcamatan Klapanunggal, Bogor,  pada Sabtu,  4   Juli 2026. Seluruh anggota kelompok, berjumlah 15 orang,  turut serta dalam kegiatan yang berlangsung dari siang hingga malam hari ini.

Kunjungan formal dimulai pukul 11.00 WIB di Dusun 3, dengan bersilaturahmi ke kediaman Kepala Dusun 3, Surya bin Agus. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dusun 2 untuk berkoordinasi dengan Kepala Dusun 2, Muhidin Koko, di kediamannya. Selepas Zuhur, kunjungan dilanjutkan ke musala di kediaman Ustadz Ridwan selaku Ketua MUI Desa Kembang Kuning, sebelum rombongan beristirahat. 

Peta Potensi Desa yang Kaya

Dari serangkaian kunjungan dan diskusi lintas dusun ini, kelompok menghimpun gambaran lengkap mengenai kondisi dan potensi Desa Kembang Kuning.

Di bidang keagamaan, aktivitas pengajian di Dusun 3 terbilang hidup dan terstruktur. Pengajian ibu-ibu tersebar di sekitar lima titik lokasi mingguan, di antaranya setiap Rabu di musala bersama Ustadzah Ibu Iyam, setiap Kamis di majelis Ustadz Suwery, serta pengajian wilayah bawah yang dipimpin Ustadz Adang. Setiap akhir bulan, pengajian besar digelar di aula desa untuk seluruh warga.

Untuk anak-anak, terdapat dua tempat mengaji aktif, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Salam dan di kediaman Ustadz Ali, dengan sekitar 10–15 santri yang mengaji setiap hari dalam dua sesi yakni setelah Ashar dan setelah Magrib. Pengajian bapak-bapak berlangsung rutin setiap Minggu pagi, ditambah agenda sholawatan bersama setiap Selasa malam di masjid.

Di bidang pengelolaan lingkungan, sistem pengelolaan sampah mandiri desa telah berjalan bertahun-tahun melewati tiga hingga empat pergantian pemerintahan desa. Dikelola oleh Kepala Dusun 3, Surya bin Agus, bersama adiknya Pak Yuyus, sistem ini mengandalkan iuran warga sebesar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per rumah per bulan. Sampah dikumpulkan menggunakan trash bag sebelum dipilah dan dikirim ke PT SBI (Otsim) untuk diolah menjadi bahan bakar semen. Meski terdapat Bank Sampah yang dikelola Ibu Susi, program ini belum berjalan secara optimal.

Di bidang ketahanan pangan, desa memanfaatkan Dana Desa yang disalurkan melalui BUMDes kepada kelompok tani. Dusun 1 dan Dusun 2 berfokus pada budidaya ikan lele dengan pola panen bertahap setiap dua bulan, sementara Dusun 3 mengembangkan peternakan kambing yang dikelola Surya bin Agus.

Baca Juga : KKL 13 “Aksara Bhakti” IIQ Jakarta Gelar Bimbingan dengan Dosen Pembimbing, Tajamkan Fokus Tiga Tema Riset dan Teknis Penyusunan Bab I Jurnal

Di bidang pendidikan, MI Miftahul Salam berfungsi ganda sebagai sekolah formal di pagi hari dan tempat mengaji di malam hari. Di gedung yang sama juga berlangsung kegiatan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Koordinasi terkait MI dan SLB dapat dilakukan melalui Pak Miftah dan salah satu pengajarnya, Pak Muslim.

Dari sisi potensi wisata, desa memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan daya tarik utama berupa Rawa Jejed yang menawarkan aktivitas kano dan perahu. Di sekitar kawasan ini juga terdapat beberapa cafe yang dikelola Karang Taruna sebagai ruang berkumpul warga, meski Pokdarwis saat ini belum beroperasi secara aktif.

Diskusi Malam dengan Perangkat Desa

Pada malam harinya, kelompok menggelar diskusi bersama tiga unsur perangkat desa, Sekretaris Desa Zikri Arsyad, S.T., Kasie Pelayanan Irfan Apriliana Suryadi, dan Ketua PKK Munjiah, bertempat di kafe dan musala di kediaman Sekretaris Desa.

Diskusi membahas beberapa agenda penting. Pertama, kepastian tanggal pembukaan resmi KKL yang akan digelar di Aula Kantor Desa Kembang Kuning, termasuk kesiapan teknis berupa peralatan dan kebutuhan pendukung lainnya selama acara berlangsung. Kedua, kelompok mendapat arahan mengenai format surat undangan resmi yang akan dikirimkan kepada pihak-pihak terkait, mulai dari Kepala Desa Neneng Robinah, S.E., seluruh Kepala Dusun, Ketua BPD Mulyana, Ketua LPM Koerudin, Ketua Karang Taruna Maulana Fahmi, Ketua PKK Munjiah, hingga unsur perangkat desa lainnya.

Baca Juga : Survei Kedua KKL 13 IIQ Jakarta: Jalin Koordinasi dengan PKK dan Karang Taruna Desa Kembang Kuning

Tak kalah penting, ketiga pihak turut menyampaikan arahan dan saran berdasarkan hasil kunjungan hari itu. Sekretaris Desa Zikri Arsyad, S.T., secara khusus mengingatkan kelompok untuk menyesuaikan permintaan dari masing-masing dusun dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. “Tidak perlu memaksakan diri memenuhi semua harapan sekaligus, melainkan fokus pada program yang benar-benar dapat dijalankan dengan baik,” kata Zikri Arsyad, S.T.

Menutup rangkaian panjang kegiatan hari itu, seluruh anggota kelompok menggelar rapat internal untuk menyatukan dan merapikan arah program kerja berdasarkan temuan dari kunjungan dan diskusi lintas dusun yang telah dilakukan sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *