Milenianews.com, Jakarta– Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 sukses menyelenggarakan agenda Town Hall Meeting yang berlangsung dengan penuh khidmat di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400. Mengangkat tema besar “Leading Future Education: Rooted in Values, Ready for the World”, acara ini dihadiri langsung oleh CEO, pimpinan seluruh unit sekolah Jakarta, Depok, dan Cibubur, serta seluruh dewan guru pada Senin (6/7/2026).
Puncak acara tersebut adalah sesi diskusi panel dengan naras umber Prof. Komaruddin Hidayat dan Prof. Yudi Latif. Acara diskusi panel itu dipandu secara dinamis oleh Nazirwan Rohmadi selaku moderator. Dalam pengantarnya, Nazirwan menyampaikan pesan filosofis bahwa tema yang diangkat hari ini sejatinya berangkat dari keresahan mendalam para guru yang tidak ingin anak-anak didik berprestasi terbang tinggi, namun lupa arah jalan pulang ke akar nilai-nilainya. Sesi diskusi ilmiah ini pun menjadi semakin luar biasa dengan menghadirkan dua tokoh akademisi nasional sebagai panelis, yaitu Prof. Komaruddin Hidayat dan Prof. Yudi Latif.
Dalam paparannya, Prof. Komaruddin Hidayat mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari komunitas para pemimpi di Sekolah BM 400. Ia kemudian memberikan analogi mendalam mengenai pertumbuhan karakter manusia lewat perbandingan dua buah pohon, yaitu pohon yang tumbuh di lereng gunung dan pohon yang tumbuh di halaman rumah dengan pagar kokoh. Pohon di lereng gunung dinilai jauh lebih kuat karena terbiasa menghadapi terpaan angin dan cuaca ekstrem, sementara pohon di halaman rumah cenderung memiliki pori-pori yang rapuh.
“Orang yang bertahan di zona nyaman tidak akan pernah menjadi kuat. Maka ambillah tantangan. karena sejatinya derajat seseorang akan diangkat melalui kekuatan ilmu dan keluhuran karakternya,” pesan Prof. Komaruddin Hidayat.

Pandangan inspiratif berikutnya disampaikan oleh Prof. Yudi Latif, yang mengawali orasinya dengan memberikan ucapan selamat kepada CEO YBKSP BM 400 yaitu Dr. Sutrisno Muslimin MSi yang terpilih sebagai penerima penghargaan Ikatan Alumni UIN Award. Prof. Yudi Latif kemudian memaparkan refleksi mendalam mengenai hakikat kemanusiaan dengan menegaskan bahwa seluruh umat manusia di muka bumi adalah satu dan seluruh anak Adam terlahir suci.
Ia kemudian membedakan antara personality yang bisa bernilai positif atau negatif, dengan karakter yang merupakan kecenderungan tindakan bermoral dan selalu berkonotasi positif, begitu pula halnya dengan budaya. Menanggapi pemikiran Thomas Lickona mengenai sembilan nilai inti karakter pribadi yang meliputi kebenaran, keadilan, kebaikan hati, rasa terima kasih, kebijaksanaan, mawas diri, rasa hormat, tanggung jawab, dan pengendalian diri, ia menambahkan satu elemen krusial yang dinilai masih kurang, yaitu nilai religiusitas.
Ia menutup pemaparannya dengan sebuah pesan indah yang menegaskan bahwa pendidikan adalah benih harapan bagi masa depan bangsa. “Melalui kesamaan visi dan misi untuk memberikan pelayanan terbaik, BM 400 diharapkan dapat melangkah maju menjadi lembaga pendidikan yang senantiasa dipercaya oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” jelas Prof. Yudi Latif.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Guru-guru mengikuti sesi diskusi panel dengan sangat antusias. Berikutnya, dilaksanakan penyerahan plakat kepada kedua panelis oleh CEO YBKSP BM 400. Acara kemudian diakhiri dengan doa penutup. Tidak berhenti di sana, dengan semangat untuk terus belajar, guru-guru kemudian diarahkan untuk mengikuti sharing session terkait pembelajaran Cambridge. Sharing session tersebut dilaksanakan sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada di BM 400, yaitu TK, SD, SMP, dan SMA.
Dengan adanya Town Hall Meeting dan sharing session, seluruh keluarga besar BM 400 kini memiliki kesamaan pandangan dan langkah yang selaras dalam menghadapi arus disrupsi pendidikan masa depan. Momentum berharga ini tidak sekadar memperkuat komitmen untuk mencetak generasi yang berdaya saing global, melainkan juga meneguhkan kembali pentingnya menjaga akar nilai religiusitas dan kebangsaan sebagai kompas moral bagi peserta didik.







