Milenianews.com, Jakarta – Kalau masih ada yang mengira Indonesia hanya macet, viral di media sosial, atau ribut soal sepak bola, mungkin sudah saatnya melirik dinding panjat. Sebab ketika cabang olahraga lain masih sibuk mencari konsistensi, para atlet panjat tebing Indonesia diam-diam kembali memanjat podium dunia. Tidak banyak gimik, tidak banyak drama, yang mereka bawa pulang justru medali.
Tim panjat tebing Indonesia tampil gemilang pada World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung di Polandia pada 3-5 Juli. Kontingen Merah Putih sukses mengoleksi empat medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu, sekaligus menutup turnamen sebagai peringkat ketiga klasemen akhir perolehan medali.
Baca juga:Â Putra Tri Ramadani Raih Emas Bersejarah di World Climbing Series Praha 2026
Desak Made Jadi Bintang, Tiga Medali Sekaligus Diborong
Sorotan utama tentu mengarah kepada Desak Made Rita Kusuma Dewi. Atlet asal Bali itu kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemanjat tercepat di dunia.
Desak membuka pesta medali Indonesia lewat nomor speed perseorangan putri. Dengan catatan waktu 6,54 detik, ia mengalahkan wakil tuan rumah Natalia Kalucka yang finis dalam 6,62 detik. Medali emas pun menjadi milik Indonesia.
Tak berhenti di situ, Desak kembali naik podium melalui nomor estafet campuran bersama Antasyafi Robby Al Hilmi. Pasangan Indonesia 2 mencatatkan waktu 11,30 detik di partai final.
Sayangnya, catatan impresif itu masih kalah cepat dari pasangan Amerika Serikat, Samuel Watson dan Emma Hunt, yang mencetak waktu 10,89 detik sekaligus memecahkan rekor dunia.
Meski demikian, Robby dan Desak tetap mencatat prestasi tersendiri. Pada babak semifinal, keduanya berhasil mempertajam rekor Asia dengan waktu 11,19 detik.
Desak kemudian melengkapi koleksi medalinya lewat nomor estafet putri bersama Rajiah Sallsabillah. Pasangan Indonesia berhasil mengalahkan wakil Spanyol dalam perebutan tempat ketiga dengan catatan waktu 13,14 detik dan membawa pulang medali perunggu.
Tiga medali dalam satu seri menjadi bukti bahwa konsistensi Desak bukan lagi kebetulan, melainkan standar baru yang terus ia bangun.
Raharjati Tambah Perunggu, Persaingan Dunia Makin Ketat
Medali keempat Indonesia dipersembahkan Raharjati Nursamsa pada nomor speed perseorangan putra.
Raharjati mencatat waktu 4,79 detik untuk mengamankan posisi ketiga, berada di bawah Samuel Watson dari Amerika Serikat yang meraih emas dengan 4,60 detik dan Zhao Yicheng dari China yang finis kedua dengan 4,69 detik.
Di nomor estafet putra, Indonesia sebenarnya sempat membuka peluang menambah medali. Namun duet Raharjati dan Robby harus puas finis di posisi keempat setelah kalah dari pasangan Ukraina dalam perebutan medali perunggu.
Belum Sempurna, tetapi Indonesia Tetap Masuk Tiga Besar
Sejumlah atlet Indonesia lainnya juga menunjukkan performa kompetitif meski gagal naik podium.
Kadek Adi Asih dan Rajiah Sallsabillah sempat lolos ke babak final nomor speed putri sebelum terhenti di perempat final. Sementara Aditya Tri Syahria berhasil melangkah hingga semifinal nomor speed putra, sedangkan Veddriq Leonardo dan Robby harus mengakhiri perjuangan lebih awal.
Pada nomor estafet campuran, pasangan Raharjati dan Rajiah juga nyaris menyumbang medali. Sayangnya mereka kalah tipis dari pasangan China dalam perebutan posisi ketiga.
Baca juga:Â Makna Dibalik Lomba Panjat Pinang di Setiap Hari Kemerdekaan 17 Agustus
Adapun pasangan Kadek Adi Asih dan Bertdighna Devi Surya Kusuma gagal mencatat waktu setelah mengalami fall di nomor estafet putri.
Meski belum menyapu bersih podium, hasil keseluruhan tetap menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir. China keluar sebagai juara umum dengan dua medali emas, sedangkan Amerika Serikat berada di posisi kedua.
Prestasi di Krakow kembali memperlihatkan satu hal yang sering luput dari perhatian. Saat publik lebih sibuk menghitung peluang di lapangan sepak bola, para atlet panjat tebing Indonesia diam-diam terus mengumpulkan prestasi di panggung dunia. Mereka mungkin tidak selalu menjadi topik paling ramai di media sosial, tetapi hampir setiap kali bertanding, selalu ada medali yang ikut pulang bersama mereka.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







