Milenianews.com, Jakarta – Bagi seorang Anita Tri Ariani Putri, melangkah kembali ke atas matras pertandingan adalah sebuah pembuktian atas kerinduan yang lama terpendam. Mahasiswa Universitas BSI Kampus Pemuda ini sukses berdiri di podium Juara 3 Kategori Kyourugi Senior pada ajang bergengsi Kejuaraan Pancasila Cup 2 Piala Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. yang digelar pada 15 hingga 17 Mei 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Anita sebenarnya bukan orang baru di dunia Taekwondo. Ia sudah akrab dengan olahraga bela diri ini sejak duduk di bangku kelas 2 SMP, sebelum akhirnya sempat berhenti latihan rutin saat menginjak kelas 3 SMA. Lama vakum tak membuat apinya padam. Begitu menyandang status sebagai mahasiswa, Anita memutuskan untuk bergabung bersama UKM Taekwondo UBSI.
Baca juga: Indonesia Mundur dari Homeless World Cup 2026, Dukungan Pendanaan Tak Kunjung Datang
Namun, kembali bertanding di Kategori Kyourugi Senior jelas bukan perkara mudah. Kali ini, musuh terbesarnya bukan cuma lawan di atas matras GOR Ciracas, melainkan waktu. Sebagai mahasiswa yang harus membagi fokus antara padatnya jadwal kuliah dan tuntutan dunia kerja, menyisihkan waktu untuk porsi latihan yang ideal menjadi tantangan yang amat berat.
“Ini merupakan suatu persiapan yang masih bisa dibilang belum cukup matang menurut saya,” ungkap Anita jujur dalam wawancara via daring, Kamis (21/5).
Keterbatasan persiapan itu benar-benar menguji fisik dan mental Anita saat ia berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di kelasnya. Di atas matras, tensi pertandingan berjalan amat sengit. Poin demi poin kejar-kejaran, menyisakan jarak yang sangat tipis dengan sang lawan yang akhirnya keluar sebagai juara.
Nahas, jeda waktu vakum yang lama mulai menagih bayarannya di detik-detik krusial. “Di akhir ronde saya merasa cukup kehabisan nafas,” kenang Anita. “Padahal dalam perasaan saya masih terus berapi-api untuk bisa mengejar, tapi kenyataannya fisik saya sudah terkuras.”
Baca juga: Kiandra Ramadhipa Rebut Kemenangan Perdana di Red Bull MotoGP Rookies Cup
Meski nafasnya tersengal di sisa waktu, semangat membara Anita berhasil mengantarkannya membawa pulang medali perunggu dan piagam penghargaan. Baginya, medali ini adalah bahan bakar baru untuk mengejar target berikutnya: podium Juara 1 di turnamen mendatang. Keberhasilannya bertahan tak lepas dari atmosfer hangat di belakang matras, mulai dari pelatih hingga Ketua UKM Taekwondo UBSI yang dinilainya sangat bertanggung jawab.
“Dukungan mereka sangat penting dan berharga sekali buat saya. Di ajang kejuaraan ini saya banyak belajar dan terus menambah energi semangat saya untuk bisa memberikan yang lebih baik untuk diri saya sendiri dan juga kampus UBSI tentunya,” tutup Anita penuh optimisme.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














