Dokter Muda Lulusan UI Meninggal Dunia, Campak Diduga Jadi Penyebab

Dok Instagram @medicine_ui
Dok Instagram @medicine_ui

Milenianews.com, Jakarta – Ada ironi yang sulit diterima seorang dokter yang setiap hari berjuang menyelamatkan nyawa, justru kehilangan nyawanya karena penyakit yang sering dianggap ringan. Bukan penyakit langka, bukan pula wabah baru. Ini tentang Campak yang selama ini terlalu sering diremehkan.

Andito Mohammad Wibisono (26), dokter muda lulusan Universitas Indonesia, meninggal dunia pada Kamis (26/3) saat menjalani tugas internship di rumah sakit di Cianjur, Jawa Barat. Sebuah kabar yang bukan hanya mengejutkan, tapi juga menyisakan pertanyaan bagaimana mungkin penyakit yang sering dianggap biasa bisa berujung fatal?

Baca juga: Campak Masih Mengancam, Kemenkes Ingatkan Hindari Kontak dengan Bayi Saat Sakit

Dari Gejala Ringan ke Kondisi Kritis

Menurut keterangan Aji Muhawarman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, almarhum awalnya mengalami gejala umum demam dan ruam merah. Gejala yang, bagi sebagian orang, mungkin hanya dianggap sebagai gangguan sementara.

Namun kondisi tersebut berkembang cepat. Infeksi campak yang dialami kemudian memicu komplikasi serius berupa Pneumonia, yang memperburuk kondisi hingga menyebabkan sesak napas berat. Dalam dunia medis, ini bukan hal baru. Tapi dalam praktik sehari-hari, sering kali tetap dianggap tidak terlalu mendesak sampai akhirnya terlambat.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tenaga kesehatan, yang berada di garis depan pelayanan, juga tidak kebal terhadap risiko penyakit menular. Paparan tinggi di lingkungan kerja membuat mereka berada dalam posisi yang tidak selalu aman.

Ironisnya, di saat tenaga medis diharapkan menjadi benteng terakhir dalam penanganan penyakit, mereka juga bisa menjadi korban pertama jika perlindungan tidak optimal atau risiko diremehkan.

Penyakit Lama, sering diremehkan

Campak bukan penyakit baru. Vaksinnya tersedia, penanganannya dikenal, dan risikonya sudah lama dipetakan. Namun masalahnya bukan pada kurangnya pengetahuan, melainkan pada rasa “terlalu percaya diri” bahwa penyakit ini tidak lagi berbahaya.

Padahal data dan kasus seperti ini menunjukkan sebaliknya. Ketika campak berkembang menjadi komplikasi serius, dampaknya bisa sangat fatal bahkan pada individu muda dan terlatih secara medis sekalipun.

Baca juga: Sering Tidur Setelah Sahur? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

kepergian seorang dokter muda ini bukan sekadar kabar duka. Ini juga peringatan. Bahwa dalam dunia kesehatan, yang terlihat ringan belum tentu aman. Dan dalam banyak kasus, yang dianggap biasa justru menyimpan risiko terbesar.

Karena penyakit tidak pernah peduli pada profesi, gelar, atau pengalaman. Ia hanya butuh satu celah dan ketika itu terjadi, semuanya bisa berubah terlalu cepat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *