Nugas di Coffee Shop Jadi Gaya Baru Gen Z, Produktif atau Sekadar Tren?

Milenianews.com – Alih-alih belajar di rumah, mahasiswa kini memadati kedai kopi untuk menyelesaikan tugas. Data tren menunjukkan ini bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi strategi produktivitas.

Laptop terbuka, earphone terpasang, dan gelas kopi yang perlahan mengembun. Pemandangan ini kini menjadi potret keseharian mahasiswa di berbagai coffee shop. Generasi Z tidak lagi menjadikan kedai kopi hanya sebagai tempat nongkrong. Mereka mengubahnya menjadi ruang kerja alternatif untuk menyelesaikan tugas kuliah.

Fenomena ini semakin terlihat jelas di kawasan kampus dan pusat kota. Hampir setiap sore, meja-meja panjang dipenuhi mahasiswa yang serius mengetik, berdiskusi, atau menyusun presentasi. Mereka sengaja datang bukan untuk bersantai, melainkan untuk fokus.

Baca juga: 4 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Untuk Tempat Bersantai

Bukan Sekadar Ikut-Ikutan

Sejumlah survei perilaku konsumen muda menunjukkan perubahan signifikan dalam pola aktivitas Gen Z. Sekitar lebih dari 50% responden usia muda mengaku lebih nyaman mengerjakan tugas di coffee shop dibandingkan di rumah. Selain itu, mayoritas dari mereka rutin mengunjungi kedai kopi 1–2 kali per minggu, tidak hanya untuk minum kopi, tetapi untuk bekerja atau belajar.

Responden menyebut beberapa faktor utama: suasana yang mendukung konsentrasi, Wi-Fi stabil, ketersediaan colokan listrik, serta ambience yang terasa lebih “hidup”. Bagi Gen Z yang tumbuh di era digital dan budaya visual, atmosfer yang estetik turut memengaruhi mood dan produktivitas.

Dengan kata lain, coffee shop kini bertransformasi menjadi ruang publik yang multifungsi: tempat bekerja, berdiskusi, sekaligus membangun jejaring sosial.

Rumah Terlalu Banyak Distraksi

Banyak mahasiswa mengaku sulit fokus ketika belajar di rumah. Godaan kasur, televisi, hingga notifikasi media sosial sering kali mengganggu ritme kerja. Sebaliknya, ketika mereka sudah duduk di coffee shop, muncul dorongan psikologis untuk menyelesaikan tugas.

“Kalau di rumah itu bawaannya malas. Kasur kelihatan, malah jadi pengem tiduran terus. Tapi kalau di coffee shop, mau nggak mau harus produktif karena sudah keluar uang juga,” ujar Lulu (22), saat ditemui di Kopi Kenangan, Cipete (16/2).

Ia mengaku bisa menghabiskan tiga hingga lima jam untuk menyelesaikan tugas tanpa terdistraksi. “Biasanya lebih cepat selesai dibanding di rumah. Suasananya bikin fokus,” tambahnya.

Menurutnya, suara percakapan ringan dan musik latar justru membantu konsentrasi. Alih-alih mengganggu, suasana tersebut menciptakan ritme kerja yang konsisten.

Produktif, Tapi Tetap Perlu Anggaran

Meski terlihat efektif, kebiasaan ini tentu membutuhkan biaya tambahan. Mahasiswa minimal harus membeli satu minuman agar bisa berlama-lama. Jika dilakukan beberapa kali dalam seminggu, pengeluaran bisa meningkat signifikan.

Baca juga: Kopi Per Hari, Tempat Ngopi Dengan Suasana Chill dan Cozy di Depok!

Namun demikian, sebagian mahasiswa sudah mengalokasikan anggaran khusus. Mereka menganggap biaya tersebut sebagai “investasi produktivitas”.

“Biasanya aku pilih menu yang paling terjangkau. Yang penting bisa duduk lama dan tugas selesai,” katanya.

Pergeseran Makna Ruang Publik

Fenomena ini sekaligus menunjukkan perubahan makna ruang publik di kalangan generasi muda. Coffee shop tidak lagi sekadar tempat bersantai, tetapi telah berevolusi menjadi ruang kerja semi-formal yang fleksibel dan adaptif.

Generasi Z memadukan kebutuhan akademik dengan gaya hidup urban. Mereka mencari tempat yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga pengalaman. Dan bagi banyak mahasiswa, secangkir kopi serta atmosfer yang dinamis mampu memantik semangat untuk menuntaskan tanggung jawab akademik.

Pada akhirnya, pilihan tetap kembali pada preferensi masing-masing. Namun satu hal yang jelas: bagi Gen Z, produktivitas kini bisa lahir dari meja kecil di sudut kedai kopi.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *