Kontroversi Haruna

Milenianews.com, Jakarta – Tagar #HarunaOut memuncaki topik pembicaraan di Twitter beberapa hari lalu. Bukan tanpa alasan, penyebab tagar tersebut bisa begitu ramai karena beberapa pernyataan kontroversial Haruna Soemitro terkait sepakbola Indonesia.

Terlebih, ia mengkritik keras hasil kerja pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong.

ADOP

Baca Juga : Shin Tae-yong Buka Peluang Pemain U-19 di Timnas Senior

Pernyataan kontroversialnya tersebut, ia lontarkan dalam Podcast yang rilis di kanal Youtube JPNN.COM pada hari Minggu (15/1) lalu.

1. Hasil yang utama, bukan proses

Terkait dengan pencapaian Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Haruna mengatakan, pelatih Shin Tae Yong tak layak melanjutkan jabatannya sebagai Pelatih Kepala Timnas karena gagal memebawa gelar juara.

Padahal, banyak kalangan yang memuji skuad muda asuhan Shin Tae Yong dalam turnamen 2 tahunan tersebut. Meski memang, hanya meraih gelar juara ke-2.

2. Pasar judi bola Indonesia begitu besar

Haruna membeberkan pengetahuannya terkait pasar judi sepakbola Indonesia.

“Saya malah justru melihat bisa jadi (bandar judi ada di sepakbola) karena dari segi apapun Indonesia punya pasar luar biasa. Baik pasar gelap, pasar terang, pasar setengah gelap, pasarnya luar biasa. Dari informasi-informasi yang saya dapat,” ungkap Haruna.

3. Kasus pengaturan skor tidak harus diberantas

Kasus pengaturan skor di sepakbola Indonesia, bukan hal yang asing lagi. Terkait hal ini, Haruna mengatakan bahwa proses pemberantasan pengaturan skor tidak perlu dilakukan.

“Saya justru berharap agar PSSI dalam hal ini jangan hanya terbawa arus kepada soal pemberantasan match fixing. Karena riil match fixing (pengaturan skor) bukan sesuatu yang harus diberantas. Tapi, sesuatu yang harus dilihat secara proporsional bahwa apakah benar ada, baru kemudian kita melangkah ke cara mengatasinya,” ucap Haruna

4. Tidak setuju dengan Program Naturalisasi

Haruna mengganggap, program Naturalisasi PSSI hal yang sia-sia. Ia juga tidak setuju dengan program ini. Ia mengatakan, buktinya sampai saat ini, para pemain yang di naturalisasi masih gagal membawa gelar yang di impikan oleh PSSI.

Haruna Seomitro sendiri sekarang menjabat sebagai Exco di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Baca Juga : Witan Sulaeman Resmi ke FK Senica

Selain itu, ia juga pernah menjadi Manajer dan Direktur klub Liga 1 yaitu Madura United.

Sebelum viral karena pernyataan kontroversialnya, Haruna pernah dikaitkan dengan kasus pengatuan skor. Namun, sampai sekarang tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ia terlibat dalam kasus tersebut.(Ifan Rifani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here