Tottenham Kunci Nasib di Liga Inggris, West Ham Tersungkur ke Divisi Dua

Milenianews.com, Jakarta – Sepak bola Inggris akhirnya memberi pelajaran yang sangat tidak romantis pada pekan terakhir Premier League musim ini kadang Anda bisa menang 3-0 dan tetap pulang sebagai pecundang. Itulah nasib West Ham United.

Baca juga: Arsenal Kembali ke Final Liga Champions Setelah 20 Tahun

Sementara di sisi lain, Tottenham Hotspur yang sepanjang musim tampil seperti tim yang lupa cara mempertahankan konsistensi justru berhasil bertahan di Premier League setelah menang tipis 1-0 atas Everton pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/2026.

Tottenham Bertahan dengan Cara Paling Tottenham

Musim ini sebenarnya terasa seperti mimpi buruk panjang bagi Spurs. Klub yang beberapa tahun lalu masih rutin bermain di Liga Champions itu kini malah sibuk menghitung selisih poin demi menghindari jurang degradasi. Sebuah ironi yang cukup membuat fans lama Tottenham menatap kosong kalender sambil bertanya, “Kapan semuanya mulai berantakan?”

Namun di laga penentuan melawan Everton, skuad Roberto De Zerbi akhirnya menemukan sesuatu yang selama ini sering hilang: ketenangan.

Gol semata wayang dicetak Joao Palhinha pada menit ke-41 lewat situasi sepak pojok yang berakhir dramatis. Sundulannya sempat mengenai mistar sebelum bola dinyatakan sudah melewati garis gawang. Tidak cantik. Tidak spektakuler. Tetapi cukup.

West Ham Menang Besar, Tapi Terlambat Sadar

Di stadion lain, West Ham sebenarnya melakukan tugas mereka dengan sangat baik. The Hammers menghajar Leeds United 3-0 lewat gol Taty Castellanos, Jarrod Bowen, dan Callum Wilson.

Masalahnya, kemenangan itu terasa seperti seseorang yang baru belajar berenang setelah kapal terlanjur tenggelam.

Karena selama Tottenham unggul atas Everton, nasib West Ham praktis berada di tangan klub lain. Dan sepak bola jarang bersikap baik kepada tim yang terlalu lama membuang kesempatan sepanjang musim.

West Ham akhirnya finis dengan 39 poin dan harus menerima kenyataan pahit turun kasta. Sebuah akhir tragis untuk klub yang dalam beberapa musim terakhir sempat dianggap stabil dan kompetitif.

Premier League Tidak Peduli Nama Besar

Kasus Tottenham dan West Ham musim ini kembali membuktikan satu hal: Premier League memang kejam.

Nama besar, stadion megah, sejarah panjang, bahkan fans fanatik tidak otomatis membuat klub aman. Ketika performa buruk berlangsung terlalu lama, liga akan menghukum tanpa banyak basa-basi.

Tottenham sendiri sebenarnya tidak bisa terlalu bangga dengan posisi ke-17. Bertahan hidup di pekan terakhir bukan prestasi yang pantas dirayakan besar-besaran untuk klub sebesar Spurs.

Tetapi setidaknya mereka masih punya kesempatan memperbaiki keadaan musim depan. West Ham tidak seberuntung itu.

Baca juga: MU Ingin Datangkan Bek West Ham, Namun Harus Mengorbankan Martial

Kalau perebutan trofi dipenuhi euforia dan selebrasi, pertarungan degradasi justru dipenuhi rasa panik, hitung-hitungan klasemen, dan doa kolektif yang kadang terdengar lebih serius daripada rapat direksi.

Dan malam itu, Tottenham berhasil lolos dari hukuman terbesar sepak bola Inggris. Sementara West Ham harus menerima kenyataan pahit bahwa tiga gol ke gawang Leeds ternyata tetap tidak cukup menyelamatkan mereka dari jatuh ke divisi dua.

Begitulah Premier League bekerja. Kadang bukan soal siapa yang bermain paling indah. Kadang cuma soal siapa yang terlambat hancur.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *