Kimi Antonelli Juara F1 GP Kanada 2026, Mercedes Perpanjang Dominasi

Milenianews.com, JakartaFormula 1 kembali memberi pelajaran pahit bagi mereka yang terlalu percaya pengalaman adalah segalanya. Di saat banyak tim sibuk memoles pembalap senior dengan gaji selangit dan aura legenda, seorang bocah bernama Kimi Antonelli malah datang seperti anak magang yang mendadak mengambil kursi direktur utama.

Dan ya, dia melakukannya di Kanada. Di sirkuit yang biasanya lebih sering menghadirkan drama strategi ketimbang dongeng.

Balapan utama Formula 1 Canadian Grand Prix 2026 di Circuit Gilles-Villeneuve, Senin (25/5) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan Antonelli bersama Mercedes-AMG Petronas Formula One Team.

Baca juga: Mick Schumacher Kunci Titel Juara Formula 2, Bersiap untuk Debut F1 Tahun Depan

Pembalap muda Italia itu finis terdepan dengan catatan waktu 1 jam 28 menit 15.758 detik. Sebuah hasil yang bukan cuma membuat paddock mulai gelisah, tetapi juga memperpanjang tren menakutkan Mercedes musim ini.

Mercedes Kehilangan Russell, tapi Menemukan Monster Baru

Ironisnya, kemenangan ini datang ketika rekan setim Antonelli, George Russell, justru gagal menyelesaikan balapan.

Russell yang memulai lomba dari pole position harus DNF pada lap ke-30 akibat kerusakan power unit di Tikungan 9. Momen yang terasa seperti kutukan klasik Formula 1: ketika mobil terlihat sempurna di awal, semesta biasanya sudah menyiapkan masalah di tengah jalan.

Namun Mercedes tampaknya tidak terlalu panik. Karena di garasi sebelah, Antonelli sedang sibuk menunjukkan bahwa masa depan tim Silver Arrow mungkin sudah datang lebih cepat dari perkiraan.

Pembalap muda itu tampil tenang, agresif, dan minim kesalahan. Sesuatu yang cukup langka di Formula 1 modern, terutama di tengah tekanan, ban aus, dan radio tim yang kadang lebih ribut daripada grup WhatsApp keluarga saat Lebaran.

Lewis Hamilton Akhirnya Tersenyum Bersama Ferrari

Di belakang Antonelli, Lewis Hamilton akhirnya mendapat sedikit alasan untuk tersenyum.

Legenda hidup Formula 1 itu finis di posisi kedua bersama Scuderia Ferrari. Podium terbaiknya musim ini.

Setelah beberapa seri sebelumnya dipenuhi hasil yang naik turun seperti harga cabai, Hamilton akhirnya terlihat kompetitif lagi.

Hamilton finis di belakang pembalap muda yang dulu juga berada di bawah pengawasan Toto Wolff. Orang yang sama yang pernah membangun era kejayaan Hamilton di Mercedes.

Seolah-olah Toto Wolff sedang menunjukkan kepada dunia bahwa dia bukan cuma bisa menciptakan juara, tetapi juga tahu kapan harus menyiapkan generasi berikutnya.

Verstappen Masih Berbahaya, tapi Tidak Lagi Menakutkan

Sementara itu, Max Verstappen finis ketiga bersama Red Bull Racing. Hasil podium memang terdengar bagus. Tetapi untuk ukuran Verstappen, finis ketiga sekarang mulai terasa seperti hasil “lumayan”.

Dan itu mungkin kabar paling berbahaya bagi rival-rival Red Bull. Karena selama beberapa musim terakhir, Formula 1 terasa terlalu monoton. Verstappen menang, Red Bull dominan, tim lain sibuk mencari cara mengejar sambil pura-pura optimistis di depan kamera.

Baca juga: Mobil Mercedes F1 Hamilton Dijual Seharga 100 Miliar

Kemenangan Antonelli juga memperpanjang catatan luar biasa Mercedes di Formula 1 modern. Tim asal Jerman itu kini mengoleksi 12 kemenangan besar lintas era modern, mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dalam sejarah Formula 1.

Di saat banyak tim berubah seperti tren media sosial viral sebentar lalu hilang Mercedes justru terus menemukan cara bertahan.

Kadang lewat teknologi. Kadang lewat strategi. Dan sekarang, lewat seorang pembalap muda yang bahkan belum cukup tua untuk nostalgia era V10.

Formula 1 Kanada 2026 pun akhirnya meninggalkan satu kesimpulan sederhana: masa depan sudah datang, dan namanya Kimi Antonelli.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *