PresGo International Culture Perkuat Jejaring Pendidikan Global

Milenianews.com, Selangor – Program “PresGo International Culture” kembali menghadirkan pengalaman belajar global bagi siswa Sekolah Prestasi Global melalui kunjungan ke Acmar International School. Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian program internasional tersebut tidak hanya memberikan pengalaman lintas budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama pendidikan antara kedua institusi.

Setibanya di Acmar International School, rombongan Sekolah Prestasi Global disambut langsung oleh Principal Acmar International School, B. Maniyarasu, dan Head of Education, Valerie Tee. Sambutan hangat tersebut menciptakan suasana akrab sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda yang telah disiapkan selama kunjungan.

Baca juga: Prestasi Global Pelajari Kurikulum Internasional di Acmar School

Direktur Sekolah Prestasi Global, Ahmad Faisal, S.H.I, mengatakan bahwa kunjungan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para siswa. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkenalkan peserta didik pada lingkungan pendidikan bertaraf internasional.

“Melalui Program PresGo International Culture, kami ingin membuka wawasan siswa tentang bagaimana pendidikan global dijalankan secara nyata. Mereka dapat melihat langsung budaya belajar, sistem pendidikan, dan lingkungan akademik yang berkembang di sekolah internasional,” ujar Faisal, dalam rilis yang diterima, Jumat (5/6).

Kegiatan diawali dengan penampilan tari tradisional modern yang dibawakan oleh siswi-siswi Grade 7 SMP Prestasi Global. Pertunjukan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas Acmar International School.

“Kami merasa bangga karena siswa tidak hanya hadir sebagai peserta kunjungan, tetapi juga sebagai duta budaya Indonesia. Penampilan mereka menjadi bentuk nyata bahwa generasi muda mampu memperkenalkan identitas bangsa di lingkungan internasional,” jelas Faisal.

Penampilan yang memadukan unsur tradisional dan modern itu mendapat perhatian dari para guru serta siswa yang hadir. Para peserta tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan mereka dalam berinteraksi di lingkungan multikultural.

“Pertukaran budaya seperti ini sangat penting karena membantu siswa memahami keberagaman sekaligus membangun rasa percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat global,” ujarnya.

Selain mengikuti kegiatan budaya, pihak Sekolah Prestasi Global juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari sistem pendidikan yang diterapkan di Acmar International School. Tim sekolah memperoleh berbagai wawasan mengenai kurikulum, metode pembelajaran, hingga pengelolaan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa.

“School visit ini bukan hanya tentang melihat fasilitas sekolah. Kami juga belajar dari praktik-praktik pendidikan yang diterapkan sehingga dapat menjadi referensi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Prestasi Global,” tutur Faisal.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah awal terjalinnya hubungan yang lebih erat antara Sekolah Prestasi Global dan Acmar International School. Kedua pihak membuka peluang untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama pendidikan di masa mendatang.

“Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pertukaran budaya, program akademik bersama, hingga pertukaran pelajar yang memberikan manfaat bagi kedua sekolah,” jelasnya.

Baca juga: PresGo International Culture Kunjungi Acmar International School di Malaysia

Selain itu, ia menuturkan, pendidikan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas negara agar siswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Karena itu, pengalaman belajar internasional akan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan peserta didik di Sekolah Prestasi Global.

Kunjungan ke Acmar International School menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya dan pengalaman belajar.

“Melalui kolaborasi yang terus dibangun, para siswa diharapkan semakin terbuka terhadap perspektif global tanpa kehilangan identitas budaya yang mereka miliki,” tutup Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *