Persija Hancurkan Persis Solo 4-0 di GBK, Macan Kemayoran Pesta Gol

Milenianews.com, Jakarta – Ada malam ketika stadion hanya menjadi tempat pertandingan. Ada juga malam ketika stadion berubah menjadi panggung demonstrasi kekuatan. Senin itu, Persija Jakarta memilih opsi kedua.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (27/4) malam, Macan Kemayoran menggulung Persis Solo dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan BRI Super League. Bagi Persija, ini kemenangan meyakinkan. Bagi Persis, ini malam panjang yang mungkin ingin segera dilupakan.

Baca juga: Persija Hentikan Tren Buruk Usai Taklukkan Persebaya 3-0

Dalam Pertandingan 

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija tampil seperti tim yang sedang dikejar deadline kemenangan. Tekanan tinggi langsung diberikan, ritme cepat dipaksakan, dan Persis dibuat sibuk bertahan lebih cepat dari rencana.

Pada menit ke-29, publik GBK sempat bersorak saat Fabio Calonego mencetak gol. Namun VAR atau dalam banyak kasus, penghancur selebrasi modern mengatakan offside. Gol dianulir.

Kebuntuan pecah pada menit ke-52 lewat Allano. Sepakan kerasnya merobek gawang Persis dan memulai longsoran yang tak sempat dihentikan.

Skor 1-0 membuat Persija kian percaya diri. Persis justru terlihat seperti tim yang tahu badai baru saja dimulai. Sebelas menit kemudian, Jean Mota menggandakan keunggulan usai bekerja sama dengan Donny Tri Pamungkas.

Saat tertinggal dua gol, Persis mencoba bangkit. Namun bangkit tanpa kontrol permainan kadang hanya terlihat seperti berlari di treadmill: capek, tapi tetap di tempat.

Pada menit ke-80, Paulo Ricardo menanduk bola kiriman Jean Mota dan membuat skor menjadi 3-0. Jika laga ini film, bagian itu sudah masuk fase ending.

Namun Persija masih menambahkan satu adegan penutup lewat Gustavo di masa injury time. Gol tap-in sederhana yang menyempurnakan malam menjadi 4-0.

Klasemen Tetap Ketat, Persija Menolak Menyerah

Kemenangan ini membuat Persija tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan 62 poin. Mereka masih menjaga tekanan pada dua tim di atas.

Sementara Persis tertahan di peringkat ke-15 dengan 27 poin, posisi yang belum cukup nyaman untuk tidur nyenyak.

Dalam fase akhir musim, setiap poin bernilai mahal. Dan setiap kekalahan telak bisa ikut menggerus mental.

Bagi Persis, kekalahan ini bukan cuma soal empat gol bersarang di gawang. Ini tentang rapuhnya respons saat tekanan datang.

Tim yang ingin bertahan di kasta atas tak bisa terus berharap lawan sedang buruk. Mereka harus siap ketika lawan sedang sangat baik.

Baca juga: Jelang Derby Mataram: PSIM Jogja Siap Hadapi Persis Solo di Stadion Manahan

Pada akhirnya, Persija menutup laga dengan pesta, sementara Persis pulang dengan banyak pekerjaan rumah.

Sepak bola memang sering sederhana: satu tim menekan, satu tim tertekan. Dan di GBK, perbedaan itu terlihat sangat jelas.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *