Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Serpihan waktu purba Dihembuskan.dari seonggok kesepian Babak belur di sudut hati…
Puisi
Remuk
Oleh Hadi Suroso Saat kau katakan kita cukup sampai di sini. Seketika pandanganku menjadi kosong,…
Menulis Sajak dengan Air Lumpur
Karya : Pulo Lasman Simanjuntak Menulis sajak dengan air lumpur Tubuhku harus turun perlahan Ke…
Rumah Sakit Bertingkat
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Dari muka tulisan suci Tubuhnya terus membengkak Berubah menjadi bangunan Rumah…
Pria Tanpa Kelamin
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Pria tanpa kelamin rajin menyapa hujan sore hari Sambil tertidur pulas…
Janin Rembulan
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Janinnya lahir dari pecahan rahim rembulan pada malam mencemaskan Bahkan darahnya…
Mengayuh Huruf-huruf Dingin
Oleh : Sultan Musa Puisiku terus bermain, bersama huruf-huruf dingin seperti mengayuh sampan kutarik…
Tarian Kata-kata Dingin : Chairil Anwar
Oleh : Sultan Musa kepada titik kehidupan terus mengeja kejujuran menghampar sekelumit kesempatan berikan…
Merekam Kisah Anagata : Alam dan Manusia
Oleh : Sultan Musa cerita apa yang berteduh ketika hangat kisah teriknya menyerap gelisah…
Bukan Rayuan
Oleh: Hadi Suroso Ini bukan rayuan. Hanya saja selalu ada aksara indah yang bisa ku…
Kau di Bilik Ingatanku
Oleh Hadi Suroso Sinar mentari yang menyusup dari celah-celah dedaunan di semilir angin kali ini…
Meretas Larik Kenangan
Oleh : Sultan Musa Kita adalah kenangan bernaung dari masa lalu keriputnya adalah pikiran…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
