Tuhan Kita begitu dekat Sebagai api dengan panas Aku panas dalam apimu Tuhan Kita begitu…
Puisi
Terpaku di Mimpi yang Usang
Oleh: Hadi Suroso Tahun berganti. Musim pun berlalu, dan waktu terus melaju. Sementara aku, masih…
Selintas Harummu
Oleh: Hadi Suroso Harum selintas yang terbawa hembusan lembut angin malam ini, mengingatkanku pada aroma…
Trauma
Oleh: Hadi Suroso Seperti yang sudah-sudah, bukannya aku tak mau membuka hati, dan terus menguncinya …
Menulis Syair Untuk Presiden (Episode Dua)
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Jika aku jadi presiden aku akan melanjutkan menulis syair ini Sambil…
Menulis Syair Untuk Presiden (Episode Pertama)
Oleh: Pulo Lasman Simanjuntak Menulis syair untuk presiden Aku melihat tingkap-tingkap langit terbuka lebar Seperti…
Kita, Abadilah Selamanya
Oleh Hadi Suroso Kita belum benar-benar saling mengenal, namun debar di masing-masing dada kita sudah…
12 Baris Milik Pria Sejuta Aksara
Oleh: Dea Affriyanti Ucap wanodya pada si kutub utara Julukannya kembali merebak menjadi pria sejuta…
Kamulah Alasan Bahagiaku
Oleh Hadi Suroso Tak ada lagi tempat untukku bercerita. Menumpahkan segala yang ingin ku curahkan…
Belenggu
Oleh Hadi Suroso Semua tampak begitu nyata, masih menetap di kelopakku. Mengikuti kemanapun mata ini…
Bukan Cinta yang Timpang
Oleh Hadi Suroso Aku tak ingin jika apa yang kamu lakukan hanya untuk membahagiakanku, sementara…
Mahligai Sang Nusantara
Oleh: Dea Affriyanti Memata-matai barisan ancala Ditengah dersik nya tiupan anila Mengastukan dahayu sang…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
