Milenianews.com, Jakarta – Sebanyak 45 perempuan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia tampil memukau dalam ajang Preliminary Puteri Indonesia 2026. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Kuningan City, Jakarta, Selasa (21/4).
Pada babak ini, para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam unjuk bakat serta peragaan kostum tradisional. Tak hanya itu, mereka juga tampil anggun dalam balutan evening gown (gaun malam) yang kental dengan identitas Nusantara.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran penyanyi Idgitaf dan Putri Ariani sebagai pengisi acara. Jalannya kompetisi dipandu oleh Jason Samboun bersama Puteri Pariwisata 2024, Ketut Permata Juliastrid Sari.
Baca juga: Welcome Dinner Puteri Indonesia 2026, Yayasan BSI Perkuat Komitmen Beasiswa hingga S3
Membawa Pesan “Out of the Dark into the Light”
Tahun ini, Puteri Indonesia mengusung tema “Out of the Dark into the Light“. Tema tersebut menyiratkan pesan tentang keberanian perempuan Indonesia untuk keluar dari kegelapan keraguan menuju cahaya kepercayaan diri.
Ketua Dewan Penasihat Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Putri K. Wardani, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan wadah untuk meneruskan perjuangan pahlawan nasional. Menurutnya, peran perempuan dalam pembangunan bangsa sangat krusial.
“Harusnya memang melanjutkan semangat R.A. Kartini, bahwa negeri ini tidak hanya dibangun oleh pria saja,” ujar Putri saat memberikan keterangan di lokasi acara, Selasa (21/4).
Ia menegaskan, perempuan harus mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor, baik ekonomi maupun sosial. Baginya, kecantikan di panggung harus dibarengi dengan dampak positif bagi masyarakat.
Kekuatan Narasi dan Budaya
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia 2026, Kusuma Ida Anjani, melihat panggung preliminary lebih dari sekadar perlombaan visual. Ia menilai setiap penampilan adalah interpretasi diri para finalis terhadap budaya daerah masing-masing.
“Setiap penampilan adalah perpaduan antara fesyen, budaya, dan cara seseorang menerjemahkan dirinya sendiri ke publik,” jelas Ida Anjani.
Di sisi lain, juri Kevin Liliana yang juga Puteri Indonesia Lingkungan 2017 menekankan pentingnya filosofi di balik pakaian. Ia menyoroti bahwa kostum tradisional harus memiliki cerita yang kuat agar tidak kehilangan maknanya.
“Kostum tradisional bukan hanya visual, tapi narasi. Kalau tidak ada cerita, itu cuma kain mahal yang kehilangan makna,” ungkap Kevin.
Baca juga: Kolaborasi Yayasan BSI dan Puteri Indonesia Buka Akses Pendidikan untuk Finalis 2026
Suasana di Ballroom Kuningan City pun riuh oleh dukungan keluarga dan sahabat yang hadir langsung. Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi para kontestan yang tengah memperebutkan posisi terbaik.
Ajang preliminary ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum para finalis melaju ke malam final. Ke depannya, diharapkan siapa pun yang terpilih dapat menjadi representasi perempuan Indonesia yang berdaya, terampil, dan berani bersuara di kancah nasional maupun internasional.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.












