News  

Berlomba-lomba Menjadi Calon Konglomerat Akhirat

Guru Islamic Studies SD Bina Insani, Bogor, Dr. KH. Muhammad Sudrajat M.Pd. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Bogor– Bulan Syawal adalah  bulannya peningkatan ketaatan dan ketaqwaan bagi umat Muslim.  Karena umat Muslim  baru saja menjalani serangkaian latihan di bulan Ramadhan, baik fisik dengan latihan menahan lapar dan haus, maupun rohani dengan cara menahan nafsu.

“Di bulan Syawal inilah saatnya kita mempraktikkan hasil latihan selama di bulan Ramadhan. Salah satu caranya dengan mempertahankan kwantitas dan kualitas shalat, baik yang sunnah apalagi yang wajib,” kata Guru Islamic Studies SD Bina Insani, Bogor, Dr. KH. Muhammad Sudrajat M.Pd, Jumat (3/4/2026).

Ia lalu melemparkan pertanyaan menggelitik: “Tahukah Anda , siapakah orang yang terkaya di dunia ini?”

Mereka orang-orang terkaya, kata Dr. Sudrajat,  biasanya disebut dengan istilah ‘Konglomerat’. Ternyata setelah diperhatikan dengan seksama, bahwa yang memiliki gelar “Konglomerat” itu bukanlah dari kelompok “Sembilan Naga” atau Miliuner dari Negara-negara Barat atau Eropa tetapi Konglomerat itu berasal dari umat Islam.

“Apakah kita bisa menjadi Konglomerat? Tentu bisa!  Caranya? Bagi siapa saja yang istiqamah mendirikan shalat, khususnya di waktu Shubuh. Karena waktu Shubuh memiliki keutamaan yang luar biasa dan tidak ditemukan pada waktu-waktu shalat lainnya,” ujarnya.

Baca Juga : Guru SD  Bina Insani, Dr. M. Sudrajat Tiap Hari Posting Konten Ramadhan

Keutamaan apakah itu? “Mereka yang mendirikan shalat sunnah Fajar atau qobliyah Shubuh pantas disebut sebagai “Konglomerat”. “Kenapa demikian? Karena nilai dari shalat sunnah tersebut melebihi dari dunia dan seisinya,” tegas Dr. Sudrajat.

Dijelaskan dalam Kitab   Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail, Bab 196 terkait pentingnya Dua Rakaat Shalat Sunnah Shubuh pada hadits 1102:

وَعَنْهَا عَنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “رَكْعَتاَ الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنيَا وَمَا فِيْهَا “رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

وَفِي رِوَايَةٍ: “لَهُمَا أَحَبُّ إِليََّ مِنَ الدُّنْيا جَمِيْعاً”.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia menyatakan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dua rakaat shalat Sunnah Fajar lebih aku sukai daripada dunia semuanya.” [HR. Muslim, no. 725]

“Luar biasa dahsyatnya shalat sunnah Fajar atau Qobliyah Shubuh ini, bahkan orang-orang yang menjaga shalat tersebut akan memperoleh gelar ‘Konglomerat Akhirat’. Kenapa demikian? Bayangkan saja,  bila satu waktu aja Allah SWT balas dengan “Lebih baik daripada dunia dan seisinya”, apalagi bila berwaktu-waktu kita menjaganya,” kata Dr. Sudrajat.

“Kapan kita dapatkan hasilnya? Pastinya di akhirat. Surga akan menjadi tempat kembalinya. Masya Allah!!! Yuk kita berlomba-lomba menjadi calon Konglomerat Akhirat. Semangat jaga terus istiqomah shalatnya ya. Wallahu a’lam,” pungkas Dr. Sudrajat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *