Milenianews.com, Jakarta – Sastra Indonesia memiliki dunianya sendiri dan tak lekang oleh waktu. Sastra tetap tumbuh subur di berbagai penjuru nusantara, dalam kondisi apa pun. Demikian disampaikan secara tertulis dalam wawancara khusus dengan Halimah Munawir, penyair, novelis, dan penulis perempuan Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/10).
Menurut Halimah, sastra tidak pernah mati. Hal ini terlihat dari banyaknya sosok-sosok sastra yang aktif “berunjuk rasa” di tingkat internasional. “Saya rasa puisi masih bisa diminati para pejabat pemerintahan maupun kaum Gen-Z. Coba lihat akun TikTok milik Penyair Rini Intama, banyak pengikutnya dari Gen-Z yang interaktif,” jelasnya.
Baca juga: Kemendikdasmen Sambut Baik Pembukaan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al Azhar Kairo
Mengenai apakah pejabat masih sempat membaca puisi, Halimah menjelaskan bahwa para penyair dan penggiat sastra memang perlu terus berupaya dan melobi mereka. “Hanya sebagian kecil pejabat yang mau membaca puisi. Bisa dihitung dengan jari tangan,” selorohnya.
Puisi Bisa Jadi Kritik Sosial untuk Perubahan
Ketika ditanya apakah karya puisi masih bisa menjadi kritik terhadap persoalan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi akhir-akhir ini, Halimah menegaskan bahwa puisi justru bisa menjadi media kritik sosial untuk mendorong perubahan. “Ini menjadi ‘PR’ tersendiri bagi para penyair untuk terus menyuarakan kritik sosial melalui karya puisi,” tegasnya.
Halimah juga menambahkan bahwa puisi sebaiknya tidak hanya dibacakan di ruang tertutup, yang biasanya hanya dihadiri kalangan penyair. “Saya lebih suka membaca puisi di ruang publik terbuka, agar langsung bisa didengar dan dinikmati masyarakat luas, khususnya warga non-sastra. Ini sekaligus memasyarakatkan karya sastra. Bahkan kalau perlu, karya sastra bisa dibawa ke kafe-kafe atau sekolah-sekolah untuk mendorong regenerasi, seperti yang sudah dilakukan oleh Obor Sastra,” jelasnya.
Mengenai kelanjutan angkatan sastra setelah generasi 70-an, seperti yang disampaikan Octavianus Masheka, Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), kepada Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, Halimah mendukung pemetaan angkatan sastra. “Kita para penyair juga pelaku sejarah. Saya setuju jika Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali memetakan angkatan sastra. Ayo semangat, teman-teman DKJ, untuk membuat pemetaan angkatan,” pintanya
Tentang proses kreatif menulis, Halimah menekankan pentingnya proses tersebut. “Sebuah karya tanpa proses kreatif bagai sayur tanpa garam. Membaca puisi karya sendiri akan membuat kita lebih menjiwai. Proses kreatif menulis penting untuk mengembangkan imajinasi. Minimal, ikut serta dalam buku kumpulan puisi bersama penyair lain atau bergabung dalam komunitas sastra,” pungkasnya.
Halimah Munawir aktif menulis sejak 1988
Halimah Munawir mulai menulis buku pada tahun 1988 dengan judul Sukses Story Nilasari. Pada tahun 2011, ia menerbitkan novel The Sinden melalui Gramedia, yang kemudian diikuti dengan karya-karya lain seperti Kidung Volendam, Sucinya Cinta Sungai Gangga, dan Sahabat Langit.
Pada 2023, ia kembali menelurkan novel PADMI diterbitkan oleh Balai Pustaka, dan pada 2024, novel Kalingga, Pada Padang Lavender juga diterbitkan oleh Balai Pustaka. Selain itu, Halimah aktif menulis dalam sejumlah buku antologi puisi bersama penyair seluruh Indonesia.
Baca juga: Festival LIFEs 2025: Menjadi Indonesia Lewat Seni, Sastra, dan Refleksi Diri
Beberapa karya puisinya diterbitkan dalam buku antologi puisi tunggal AKAR (Y.Aksi, 2020) yang berisi 56 puisi pilihan, antologi puisi bilingual BAYANG FIRDAUS (Diomedia, 2021), serta Titik Nadir (TARESIA, 2025) dengan genre puisi religi. Karya puisi dan cerpennya juga dimuat di website cakradunia.co dan Sastra Semesta.
Wanita kelahiran Cirebon, 18 Januari 1964, ini juga merupakan pendiri dan pemilik Rumah Budaya HMA, Ketua Umum Yayasan Ajang Kreativitas Anak dan Seni Indonesia, Yayasan Al-Hidayah Pondok Melati, dan Ketua Komunitas Obor Sastra. Sehari-hari, ia berprofesi sebagai pengusaha, menjabat Komisaris PT Dian Rimalma Pratama serta Direktur Utama PT Akasia Wanaja Mulya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













