Forum Akademisi Indonesia, Sinergikan Akademisi Hadapi Isu-isu Besar

Forum Akademisi Indonesia

Depok, Milenianews.com – Keluarga Besar Forum Akademisi Indonesia (FAI) Adakan Halal Bihalal dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada Selasa (25/6) di Savero Hotel, Margonda, Depok. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum FAI Dr. Indra C. Uno, MBA, Ketua Dewan Pembina FAI Ir. Naba Aji Notoseputro dan Sekretaris Jendral Eni Heni Hermaliani, MM, M.Kom serta Penasehat FAI Dr. Ichsanuddin Noorsy (Ekonom Senior), Dr. Intan Syah Ichsan (Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen), dan Dr. Aat Surya Safaat (wartawan senior).

Sejak didirikan 25 Mei 2015 silam, FAI terus berusaha menjadi wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi seluruh Indonesia. Sehingga bisa mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi.

Dr. Indra C. Uno, MBA selaku ketua umum menegaskan, FAI akan tetap mengangkat isu-isu besar. Serta bersifat strategis, berjangkauan jauh ke depan, dan menyangkut kepentingan orang banyak (publik) dengan berbasis kajian akademis.

“Seperti yang sudah dilakukan selama ini, FAI akan fokus membahas dan mencari solusi atas masalah-masalah besar yang menjadi kepentingan atau kekhawatiran publik. Seperti masalah korupsi, narkoba, dan pengangguran di kalangan usia muda,” katanya pada acara Halal Bihalal.

Indra Uno merupakan akademisi yang juga pengusaha sebelum akhirnya meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia, dia meraih gelar Master of Business Administration dari University of Southern California, Master of Science di Aerospace Engineering dari University of Michigan, dan Bachelor of Science bidang Aerospace Engineering dari The Wichita State University.

Baca Juga : Entrepreneur Muda Bangkitkan Semangat Wirausaha Ke Kampus

Forum Akademisi Indonesia Apresiasi Langkah UBSI Siapkan Lulusan Kreatif dan terampil

Dalam Silaturahmi ini, Indra Uno menyampaikan arti pentingnya peran pendidikan dan akademisi terhadap jumlah tenaga kerja produktif di Indonesia. Juga berperan dalam menyiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di tengah masih banyaknya permasalahan-permasalahan besar, terutama deindustrialisasi yang kian nyata.

Deindustrialisasi itu sendiri ditandai dengan penurunan aktivitas industri manufaktur yang diukur dari penyerapan lapangan kerja dan penurunan unit usaha dalam jangka panjang. Indikator lain mulai terjadinya deindustrialisasi yaitu makin besarnya industri berbasis sumber daya alam, dan sebaliknya industri yang sejatinya manufaktur justru menjadi makin mengecil.

Berkaitan dengan ini, Ketua Umum FAI memberikan apresiasinya terhadap langkah UBSI dalam menyiapkan lulusan sebagai generasi muda kreatif. Dengan penerapan konsep pendidikan yang sejatinya menerapkan sistem kurikulum berbasis kompetensi. Serta konsep  “link and match” (tersambung dan sesuai) dengan dunia usaha (dunia industri).

“Upaya yang dilakukan BSI selama ini terbukti mampu menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional. Serta memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan di dunia kerja saat ini,” pungkas Indra.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *