Karya: Novita Sari Yahya
Di ruang gelap mesin pemindai kepala,
terbaca tubuh sebagai peta keinginan.
Kilau materi membentuk lensa pandang,
dan diri dipaksa menyesuaikan ukuran pasar.Rumah mewah menjulang dalam kesadaran,
tas dan perhiasan menjadi tanda nilai.
Mobil mahal melintas di pikiran,
seakan hidup harus selalu tampak berkelas.Tubuh perempuan disusun seperti etalase,
dipoles agar sesuai selera relasi kuasa pemilik modal.
Setiap detail menjadi bahan penilaian,
harga diri menempel pada tampilan.Layar dan kamera menjadi aturan baru,
menentukan siapa layak dilihat,
siapa tenggelam dalam sunyi panjang,
di luar sorotan yang terus menilai.Like dan validasi mengatur panjat sosial,
mengganti identitas dengan pengakuan.
Ruang batin dipenuhi tekanan validasi,
mematikan akal sehat dan nurani.Kapitalisme menulis ulang cara hidup,
menjadikan tubuh perempuan objek,
bukan lagi manusia utuh dan bebas,
melainkan citra yang terus diperjualkan.Namun, di balik kilau kemewahan,
masih ada sisa diri yang tidak tunduk,
yang menolak menjadi etalase di pasar,
dan memilih pulang tanpa harus dipajang.
Bogor, 13 Juni 2026













