Dewi Sari Intan dari IIQ Jakarta Raih Juara 2 Esai Nasional, Soroti Keadilan dan Kerakyatan

Mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Dewi Sari Intan, meraih Juara 2  di  ajang Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL LEMHANNAS), di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 3 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pancasila dengan subtema “Keselarasan dan Kerakyatan”. (Foto: Dok IIQ)

Milenianews.com, Tangerang Selatan– Mahasiswi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Dewi Sari Intan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2  di  ajang Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL LEMHANNAS). Kompetisi ini digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 3 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pancasila dengan subtema “Keselarasan dan Kerakyatan”.

Dewi yang merupakan mahasiswa semester 2 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, tampil dengan esai berjudul “Kesetaraan yang Hidup, Kerakyatan yang Berdaya: Refleksi Pancasila untuk Indonesia”. Melalui tulisannya, ia mengangkat isu kesetaraan dan pemberdayaan rakyat yang hingga kini masih menjadi tantangan nyata di Indonesia.

Dalam esainya, Dewi menyoroti bahwa nilai kesetaraan dalam Pancasila berakar pada penghormatan terhadap martabat manusia. Ia menegaskan bahwa setiap individu berhak diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang. Namun, ia juga mengkritisi bahwa dalam praktiknya, kesetaraan tersebut masih sering bersifat formal dan belum sepenuhnya dirasakan, terutama dalam bidang pendidikan yang masih diwarnai kesenjangan.

Baca Juga : Survei Awal KKL 13 IIQ Jakarta ke Desa Kembang Kuning: Dusun 3 Direkomendasikan Jadi Lokasi Posko

Lebih jauh, Dewi mengajak pembaca untuk memahami pentingnya kesetaraan yang bersifat substantif. Artinya, keadilan tidak selalu berarti perlakuan yang sama, melainkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Dalam konteks ini, negara dinilai memiliki peran penting untuk memberikan dukungan lebih kepada kelompok yang kurang beruntung, termasuk melalui penguatan sistem pendidikan yang inklusif dan merata,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa muda mampu menghadirkan gagasan kritis dan relevan terhadap persoalan bangsa. Melalui refleksi nilai-nilai Pancasila, Dewi Sari Intan menunjukkan kontribusinya dalam mendorong Indonesia yang lebih adil, setara, dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *