Milenianews.com, Cikarang – Tidak pernah terbayang sebelumnya oleh Devita Anjeliany Dewi bahwa langkahnya sebagai mahasiswa akan membawanya menuju pengalaman kerja di luar negeri. Alumni Program Diploma Tiga (D3) Sistem Informasi dan Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang itu kini bersiap menjalani program On The Job Training (OJT) di The Light Hotel Penang, Malaysia.
Kabar diterimanya Devita dalam program tersebut pada 16 Juni 2026 menjadi momen yang penuh kebahagiaan sekaligus kebanggaan. Di balik pencapaian itu, tersimpan cerita tentang keberanian mencoba, kegagalan yang tidak membuatnya menyerah, serta tekad untuk terus berkembang.
“Jujur aku senang banget. Rasanya campur aduk antara bahagia, bangga, dan bersyukur. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, akhirnya aku mendapatkan kesempatan yang selama ini aku harapkan,” ungkap Devita dalam keterangan rilis yang diterima Milenianews.com, Rabu (24/6).
Baca juga: Delegasi UBSI Siap Bangun Jejaring Internasional di Global Youth Congress 2026 Thailand
Dari Kampus ke Kesempatan Internasional


Perempuan yang akrab disapa Devita ini memilih UBSI karena lokasinya yang dekat dengan tempat tinggalnya. Selain itu, ia menilai kampus tersebut memiliki fokus yang kuat dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja serta menyediakan lingkungan belajar yang nyaman untuk berkembang.
“Lingkungan kampusnya juga cukup nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri,” katanya.
Meski kini berhasil mendapatkan kesempatan berharga di Malaysia, Devita mengaku saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan dirinya belum pernah membayangkan bisa bekerja di luar negeri. Namun, keinginannya untuk mencoba hal-hal baru dan memperluas pengalaman membuatnya berani mengambil peluang ketika kesempatan itu datang.
“Awalnya belum kepikiran sampai bisa kerja di luar negeri. Tapi aku selalu ingin mencoba hal baru, jadi waktu ada kesempatan ini aku merasa sayang banget kalau dilewatkan,” ujarnya.
Perjalanan menuju Malaysia bermula dari informasi mengenai Netjes College yang ia dapatkan melalui teman sang ibu. Setelah mencari tahu lebih lanjut, Devita merasa program tersebut cocok untuk meningkatkan skill sekaligus membuka peluang kerja di lingkungan internasional.
Proses seleksi yang dijalaninya tidak singkat. Ia mengirimkan CV ke Netjes College, yang kemudian diteruskan ke pihak agensi. Setelah melalui proses pencarian penempatan hotel, Devita akhirnya mendapatkan kesempatan interview dengan The Light Hotel Penang.
Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris—tahap yang menjadi salah satu tantangan terbesarnya.
“Sebelum akhirnya keterima di Malaysia, aku sempat gagal dua kali interview. Waktu itu sempat kecewa, tapi aku coba tidak menyerah dan belajar dari kesalahan,” katanya.
Alih-alih berhenti, kegagalan itu justru membuatnya semakin siap menghadapi kesempatan berikutnya.
Belajar dari Gagal dan Bangkit Lagi
Dua kali gagal dalam interview tidak membuat Devita mundur. Justru dari pengalaman itu ia belajar memperbaiki diri, terutama dalam komunikasi dan kesiapan mental saat wawancara.
Menurutnya, kegagalan bukan tanda tidak mampu, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih matang dan siap.
Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan penting. Meski harus berpisah jarak, orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh meski disertai rasa khawatir.
“Orang tua aku senang dan bangga. Walaupun pasti ada rasa khawatir karena jauh, tapi mereka tetap dukung aku,” ujarnya.
Bagi Devita, pengalaman selama kuliah—termasuk organisasi—turut berperan besar membentuk dirinya. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, dan rasa percaya diri menjadi modal utama dalam menghadapi seleksi.
“Selama kuliah aku banyak belajar, bukan cuma teori tapi juga pengalaman yang bikin aku lebih siap kerja,” tambahnya.
Menuju Dunia Hospitality Internasional


Dalam program OJT ini, Devita akan menjalankan peran sebagai waiter di The Light Hotel Penang. Tugasnya meliputi melayani tamu, mencatat pesanan makanan dan minuman, menyajikan pesanan, serta memastikan kenyamanan tamu selama berada di hotel.
Ia melihat pengalaman ini sebagai kesempatan besar untuk memahami dunia hospitality secara langsung di lingkungan internasional.
“Menurut aku, magang di luar negeri itu banyak banget manfaatnya. Kita bisa belajar budaya kerja, komunikasi lintas negara, dan pastinya meningkatkan bahasa Inggris,” jelasnya.
Saat ini, keberangkatannya masih menunggu proses visa. Namun, Devita sudah menyiapkan target pribadi untuk memaksimalkan kesempatan ini.
Ia ingin belajar sebanyak mungkin, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, dan menambah pengalaman kerja internasional sebagai bekal masa depan.
Baca juga: Mustofa, Alumni Beasiswa UBSI Purwokerto: Dari Mahasiswa Berprestasi Jadi Dosen Muda Inspiratif
Harapan Baru dari Sebuah Langkah Kecil
Bagi Devita, OJT ini bukan sekadar pengalaman kerja, tetapi juga langkah awal untuk membuka peluang yang lebih besar di masa depan. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin tanpa terburu-buru memikirkan hasil akhir.
“Untuk sekarang aku fokus belajar dulu dan kasih yang terbaik selama OJT,” katanya.
Di akhir cerita, ia menyampaikan pesan sederhana namun kuat untuk mahasiswa lainnya.
“Jangan takut mencoba dan jangan gampang menyerah kalau gagal. Karena masa depan itu datang ke orang yang terus berusaha. Kita nggak pernah tahu kesempatan baik datang dari mana,” tutupnya.
Perjalanan Devita menjadi gambaran bahwa jalan menuju kesempatan besar tidak selalu lurus. Ada kegagalan, ada ragu, tapi juga ada keberanian untuk terus melangkah. Dan dari langkah kecil itulah, pintu menuju dunia yang lebih luas akhirnya terbuka.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














