Mengajar dengan Hati di Negeri Orang: Dosen UBSI Berbagi Inspirasi untuk Anak Migran di Malaysia

Mengajar dengan Hati di Negeri Orang: Dosen UBSI Berbagi Inspirasi untuk Anak Migran di Malaysia

Milenianews.com, Jakarta – Jauh dari tanah air, namun semangat belajar anak-anak Indonesia tetap menyala. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Cicih Nuraeni, dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), saat terlibat dalam kegiatan International Community Service di Sanggar Belajar Kampung Baru, Kuala Lumpur, pada Rabu (25/6).

Melalui materi bertajuk “Creative Class: Inspiring Learning Motivation through Fun and Interactive Activities”, Cicih bersama peserta dari negara ASEAN bukan sekadar untuk mengajar, tetapi juga untuk berbagi semangat, harapan, dan motivasi kepada anak-anak pekerja migran Indonesia yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal.

Baca juga: Guru Honorer dan Rendahnya Harga Pengabdian

Foto: Cicih Nuraeni, Dosen Program Studi Sastra Inggris UBSI

Di ruang belajar sederhana, tawa anak-anak terdengar saat mereka mengikuti berbagai aktivitas kreatif seperti menggambar cita-cita, bermain sambil belajar bahasa Inggris, hingga berdiskusi ringan tentang mimpi mereka di masa depan.

“Melihat semangat mereka, kita belajar bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus bermimpi,” kata Cicih. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memahami realitas kehidupan anak-anak Indonesia di luar negeri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Inggris dan kreativitas bisa menjadi jendela bagi mereka untuk melihat dunia yang lebih luas, meskipun saat ini mereka memiliki keterbatasan akses pendidikan,” ujarnya.

Cicih juga menekankan pentingnya aspek emosional dalam mengajar anak-anak di sanggar belajar tersebut. Menurutnya, kehadiran para pendidik sangat berarti bagi kondisi psikologis siswa.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk mentransfer ilmu, tetapi memberikan pelukan semangat agar mereka merasa tidak sendirian dalam memperjuangkan masa depan di negeri orang,” tambahnya.

Melalui aktivitas menggambar cita-cita, Cicih mengaku sangat tersentuh dengan antusiasme para siswa. “Saya menyadari bahwa imajinasi mereka sangat luar biasa. Tugas kita adalah menjaga agar api semangat itu tetap menyala hingga mereka bisa mewujudkannya suatu saat nanti,” tuturnya.

Foto bersama seluruh peserta dari negara-negara ASEAN

Sanggar Belajar Kampung Baru sendiri merupakan lembaga pendidikan non-formal di bawah naungan KBRI Kuala Lumpur yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak pekerja migran Indonesia. Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa.

Selain kegiatan pengabdian, program ini juga memberikan pengalaman internasional bagi para peserta melalui kegiatan akademik seperti Exchange Class di School of Business and Economics Universiti Putra Malaysia (SBE UPM).

Baca juga: KKL IIQ Jakarta 2024 Gelar Pembukaan Pengabdian di Aula Kantor Desa Cibeber II, Bogor

Mengenai kolaborasi internasional ini, Cicih menyatakan, “Pertukaran ide dengan rekan-rekan dari negara ASEAN lainnya memberikan perspektif baru bahwa tantangan pendidikan serupa bisa diatasi dengan kolaborasi yang kreatif dan penuh kepedulian”.

Keterlibatan Cicih Nuraeni dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa pendidikan tidak mengenal batas geografis. Lebih dari sekadar program, kegiatan ini adalah tentang menghadirkan kepedulian, membangun harapan, dan menyalakan kembali semangat belajar anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *