Milenianews.com, Bogor– Bosowa School menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Ajaran 2026-2027, Senin-Kamis, 6-8 Juli 2026. Raker tersebut dilaksanakan secara hybrid di tiga kota, yakni Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC), Cilegon, serta Bosowa School Makassar (BSM) dan Sekolah Alam Bosowa (SAB) Makassar.
Raker diikuti oleh Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani, Haposan Andi Citra M.Pd., CAO Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC), Eko Ariyanto M.Pd., serta CAO Bosowa School Makassar (BSM) dan Sekolah Alam Bosowa (SAB) Mirna Kartika; Executive Principal (EP) SBBI, SBAC, serta BSM dan SAB; para principal, wakil principal dan guru SBBI, SBAC, BSM dan SAB; Tim R&D Akademik, Head Finance & Supporting, HR & GA, serta Tim Marcom.
Raker Bosowa School dibuka Director In Charge (DIC) Bosowa Education, Asrul Hidayat ST. MT., Senin (6/7/2026). Dalam pengarahannya, Asrul Hidayat menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder sekolah yang berada di bawah naungan Bosowa School.
“Setiap tahun, Bosowa Korporindo sebagai korporasi yang menaungi Bosowa School selaku melakukan penilaian kinerja seluruh sekolah yang berada di bawah Bosowa School. Alhamdulillah, semuanya bisa mencapai predikat BAIK. Bahkan, Sekolah Bosowa Bina Insani tahun 2025 kinerjanya BAIK SEKALI, naik 1 level dibandingkan tahun 2024,” kata Asrul Hidayat.

Asrul menambahkan, untuk tahun ajaran 2026-2027, Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa memberikan pesan sebagai berikut:
Pertama, saat nenyusun rencana kerja akademik, hendaknya sangat spesifik untuk setiap jenjang level. Hal itu penting untuk menunjang tujuan per level. Tapi integrasi untuk setiap level juga harus dijaga. “Jadi spesifik untuk masing-masing level, tapi tetap terintegrasi,” kata Asrul.
Kedua, ikuti perkembangan teknologi dengan sebaik mungkin, agar tidak ketinggalan. Sekarang zaman AI, mau tidak mau sekolah juga harus bersentuhan dengan AI.
“Tahun ini harus kita gaungkan bahwa liyerasi kita sudah bersentuhan dengan AI. Mana yang bisa kita adopsi dari regulasi pemerintah, mulai level mana. Siswa SMP dan SMA bisa gunakan AI untuk kembangkan minat dan bakat mereka. Kita juga berharap para guru juga bisa menggunakan AI agar program pembelajarannya lebih efektif dan menarik,” kata Asrul.
Baca Juga : Siswa Bosowa School dari 3 Kota Laksanakan Homestay di Yogyakarta
Ketiga, khusus SMA: target keluaran SMA, berapa banyak lulusan SMA bisa diterima di PTN. “Jumlah lulusan Bosowa School di Bogor, Cilegon dan Makassar yang diterima di PTN terus meningkat, tapi harus terus ditingkatkan. Jalur penerimaannya juga harus terus ditingkatkan. Persentase yang diterima di PTN melalui jalur SNBP dan SNBT harus terus ditingkatkan dan lebih besar dibandingkan jalur mandiri,” kata Asrul.
Di akhir pengarahannya, Asrul Hidayat berpesan kepada para guru. “Guru terus mengembangkan kapasitas diri, baik secara mandiri maupun organisasi,” ujarnya.
Setelah pembukaan dan pengarahan secara online oleh DIC Bosowa School, Asrul Hidayat, acara Raker Bosowa School Tahun Ajaran 2026-2027 dilanjutkan secara foffline di masing-masing sekolah di lingkungan Bosowa School yang berada di Bogor, Cilegon dan Makassar, dipimpin oleh CAO masing-masing.













