KSEI IsEF Gelar Islamic Economic Days (IED) XI, Usung Tema “Digital Innovation as a Strategic Tool for Advancing Sustainable Islamic Economic”

Rektor Institut SEBI Sigit Pramono, Ph.D.  memberikan kata sambutan pada pembukaan kegiatan Islamic Economic Days (IED) XI yang diadakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economic Forum (KSEI IsEF) di kampus Institut SBI Depok, Senin (13/4/2026). Acara itu diadakan tanggal 13-16 Apri, 2026. (Foto: Dok KSEI IsEF)

Milenianews.com, Depok– Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economic Forum (KSEI IsEF) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Islamic Economic Days (IED) XI yang mengusung tema “Digital Innovation as a Strategic Tool for Advancing Sustainable Islamic Economic.” Kegiatan ini berlangsung pada 13–16 April 2026 di Kampus Institut SEBI, Depok,  dengan puncak acara berupa Seminar Nasional dan Grand Closing yang digelar di SEBI Hall, Depok.

Acara ini menghadirkan berbagai agenda edukatif dan kolaboratif dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi Islam di era digital. Seminar Nasional sebagai puncak acara menghadirkan narasumber Handika Surbakti, M.Si., seorang praktisi dan akademisi di bidang ekonomi digital syariah. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Sandi Fikri Padilah selaku  ketua GenBI SEBI.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kayyis Kholil Ahmad menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menjadi wadah pengembangan wawasan serta memperkuat sinergi antar mahasiswa ekonomi Islam. Sambutan juga disampaikan oleh Chairman KSEI IsEF Muhammad Hamdan, serta Rektor Institut SEBI Sigit Pramono, Ph.D.

Baca Juga : Institut SEBI Perkuat Sinergi Dosen PAI Jelang Pembukaan Prodi Baru

Dalam sesi pemaparan materi, Handika Surbakti menegaskan bahwa perkembangan ekonomi digital syariah di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini didorong oleh semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap berbagai platform digital.

Ia menjelaskan bahwa sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang paling cepat beradaptasi dengan digitalisasi, baik dalam sistem pembayaran maupun layanan pembiayaan berbasis teknologi (fintech). Bahkan, variasi inovasi fintech syariah di Indonesia dinilai lebih beragam dibandingkan beberapa negara lain, seperti Malaysia.

Baca Juga : Akademik Institut SEBI Selenggarakan Pertemuan Dosen Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan utama dalam pengembangan fintech syariah di Indonesia adalah keterbatasan SDM yang kompeten di bidang tersebut. “Oleh karena itu, langkah strategis ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi digital, tetapi juga mendorong adopsi teknologi yang tepat guna agar mampu menciptakan nilai tambah dalam sistem keuangan syariah,” ujarnya.

Rangkaian puncak acara  dilanjutkan dengan presentasi finalis lomba Karya Tulis Ilmiah. Para finalis memaparkan hasil riset terbaik mereka sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap isu-isu ekonomi syariah kontemporer.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi awarding sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta lomba yang telah berpartisipasi dalam berbagai kategori, yaitu lomba Olympiade, Business Plan, Papers, dan Infographic. Momen ini menjadi penutup yang penuh semangat, sekaligus penghargaan atas dedikasi, kreativitas, dan kompetensi para peserta dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah.

Kegiatan Islamic Economic Days XI diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *