Milenianews.com, Jakarta – Siapa yang bilang jalur menuju final selalu dimiliki tim-tim unggulan? Di panggung MPL Indonesia Season 17, prediksi kembali dipaksa menelan ludahnya sendiri. Tim yang selama musim reguler sering dipandang sebelah mata justru terus melaju, sementara para favorit harus mulai menghitung ulang nasib mereka.
Geek Fam kembali menjadi bukti bahwa di dunia esports, nama besar hanya berguna untuk mengisi poster promosi. Ketika pertandingan dimulai, yang menentukan hanyalah siapa yang mampu menekan tombol dengan lebih tepat dan berpikir lebih dingin di bawah tekanan.
Baca juga:Â MPL ID S17: RRQ Hoshi Takluk dari Dewa United, Catat Delapan Kekalahan Beruntun
Kamis (11/6) di Jakarta International Velodrome menjadi saksi bagaimana Geek Fam menumbangkan Team Liquid ID dengan skor meyakinkan 3-1. Hasil tersebut mengantarkan Baloyskie dan kawan-kawan ke Upper Bracket Finals MPL ID S17, sekaligus membuat Team Liquid ID harus turun ke jalur yang lebih panjang dan lebih berbahaya, yakni lower bracket.
Geek Fam Langsung Mengirim Pesan Keras
Sejak game pertama dimulai, Geek Fam tidak memberi ruang bagi Team Liquid ID untuk bernapas nyaman.
Perolehan 16 kill berbanding 3 menunjukkan betapa dominannya permainan Geek Fam. Mereka mengontrol tempo, objektif, hingga area map dengan disiplin yang membuat TLID terlihat seperti tim yang sedang mencari jawaban atas soal ujian yang belum pernah dipelajari.
Puncaknya terjadi pada menit ke-12 ketika pertarungan besar pecah, Geek Fam berhasil melakukan wiped out terhadap seluruh pemain Team Liquid ID. Momentum itu langsung mereka manfaatkan untuk menutup pertandingan dan unggul 1-0.
Sebuah pembuka yang cukup untuk membuat para pendukung TLID mulai mengecek sisa stok harapan.
Ketika Kesabaran Menjadi Senjata
Game kedua berlangsung jauh lebih ketat. Team Liquid ID mencoba bangkit dan bahkan unggul tipis dalam jumlah kill. Namun esports modern tidak hanya soal siapa yang paling banyak mengeliminasi lawan.
Kadang pertandingan dimenangkan oleh tim yang paling sabar menunggu kesalahan. Hingga menit ke-20, kedua tim bermain hati-hati. Perebutan objektif menjadi fokus utama dan tidak ada pihak yang benar-benar mampu menciptakan jarak aman.
Namun Geek Fam menunjukkan kualitas yang membuat mereka begitu berbahaya musim ini, Saat celah kecil muncul, mereka langsung menyerang tanpa ragu.
Baca juga:Â Penggemar Mobile Legends Buat Skin Kimetsu no Yaiba Guinevere Versi Mereka !
Dalam hitungan menit, keunggulan yang sebelumnya terlihat milik TLID justru berbalik arah. Geek Fam menutup game kedua dan memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Team Liquid Menolak Menyerah
Jika ada satu hal yang patut diapresiasi dari Team Liquid ID, itu adalah kemampuan mereka untuk bangkit ketika berada di ujung jurang.
Pada game ketiga, Aran dan rekan-rekannya tampil jauh lebih agresif. Mereka mendominasi pertandingan sejak awal hingga akhir dengan mencatatkan 21 kill, sementara Geek Fam hanya mampu mengumpulkan delapan kill.
Kali ini giliran TLID yang mengontrol permainan. Rotasi berjalan efektif, team fight dimenangkan, dan objektif berhasil diamankan dengan rapi. Hanya dalam 14 menit, Team Liquid ID menuntaskan pertandingan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Geek Fam Menunjukkan Mental Calon Finalis
Namun tim besar tidak diukur dari kemampuannya menang ketika unggul, Tim besar diukur dari caranya merespons tekanan.
Dan pada game keempat, Geek Fam memberikan jawaban yang sangat jelas. Mereka kembali mengambil kendali pertandingan sejak menit awal. Perolehan 16 kill berbanding 6 menunjukkan bagaimana TLID kesulitan keluar dari tekanan.
Keunggulan ekonomi yang mencapai 8.800 gold membuat Geek Fam bermain semakin leluasa, Saat Lord berhasil diamankan, nasib pertandingan praktis sudah ditentukan.
Pertahanan Team Liquid ID perlahan runtuh. Satu demi satu struktur mereka hancur hingga akhirnya Geek Fam memastikan kemenangan 3-1 dan mengunci tiket menuju Upper Bracket Finals.
Baloyskie Bersinar, MarceL Menjadi Pembeda
Jika Baloyskie selama playoff tampil sebagai otak permainan Geek Fam, maka marceL menjadi salah satu alasan mengapa strategi tersebut bisa berjalan sempurna.
EXP laner Geek Fam itu tampil konsisten sepanjang seri dan mampu menjalankan tugasnya dengan efektif dalam berbagai situasi.
Tidak mengherankan jika akhirnya marceL dinobatkan sebagai Player of the Match. Penghargaan itu bukan sekadar simbol individual, melainkan gambaran bahwa Geek Fam kini memiliki banyak pemain yang mampu menjadi pembeda kapan saja.
Baca Juga:Â UMP Dorong Implementasi Ekonomi Pancasila Lewat FGD RUU Perekonomian Nasional di Purwokerto
Kemenangan atas Team Liquid ID membuat Geek Fam hanya tinggal selangkah lagi menuju Grand Final MPL ID S17.
Namun tantangan berikutnya tidak akan lebih mudah, Mereka masih harus menghadapi pemenang antara ONIC Esports.
Meski demikian, satu fakta mulai sulit dibantah Geek Fam bukan lagi tim kejutan. Mereka kini telah berubah menjadi salah satu kandidat paling serius dalam perebutan gelar MPL Indonesia Season 17.
Dan jika performa seperti ini terus berlanjut, mungkin sudah waktunya banyak orang berhenti menyebut mereka sebagai kuda hitam.
Karena kuda hitam biasanya mengejutkan sekali, Sementara Geek Fam sudah terlalu sering menang untuk sekadar disebut kejutan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.














