Institut SEBI Akselerasi Budaya Mutu, Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Akademik

Institut SEBI, Depok,  menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Senin, 29 Juni 2026. (Foto: Dok Institut SEBI)

Milenianews.com, Depok– Institut SEBI, Depok,  menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik yang akuntabel melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Senin, 29 Juni 2026. Forum yang mempertemukan jajaran pimpinan institusi, ketua program studi, serta kepala unit kerja ini menjadi instrumen krusial dalam mengawal standar mutu secara konsisten di seluruh lini organisasi.

Agenda evaluasi tahunan tersebut dipandu langsung oleh Erina Maulidha, yang memaparkan laporan komprehensif mengenai capaian kinerja institusi. Berdasarkan data empiris yang dihimpun, tata kelola akademik dan non-akademik di lingkungan IAI SEBI secara umum menunjukkan tren positif dan telah selaras dengan sebagian besar indikator mutu yang ditetapkan oleh badan penjaminan mutu kampus.

Kendati demikian, forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang apresiasi atas capaian yang diraih. Pihak institusi secara transparan memetakan sejumlah aspek strategis yang memerlukan penguatan segera guna merespons dinamika dan regulasi baru di sektor pendidikan tinggi nasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik Institut SEBI, Dr. Sepky Mardian, menyatakan bahwa SPMI memiliki peran penting dalam mentransformasi institusi. Beliau menegaskan bahwa hasil evaluasi ini memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan birokrasi.

“Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) memiliki peran yang sangat penting bagi institusi. Keberadaan temuan SPMi ini sama sekali bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan unit kerja, melainkan sebagai instrumen evaluasi untuk perbaikan kampus secara berkelanjutan,” ujar Dr. Sepky Mardian.

Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian bersama dalam laporan evaluasi tersebut antara lain adalah percepatan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Model kurikulum ini mendesak untuk dioptimalkan guna memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global dan sektor ekonomi syariah saat ini.

Selain transformasi kurikulum, dokumen evaluasi juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas riset serta publikasi ilmiah para dosen pada jurnal bereputasi. Penguatan penulisan akademis ini dipandang linier dengan upaya penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar senantiasa berbasis pada perkembangan keilmuan mutakhir.

Baca Juga : Berkolaborasi dengan BMM, Institut SEBI Selenggarakan Seminar Proposisi Asuransi Syariah dengan Wakaf

Langkah perbaikan tersebut bertumpu pada optimalisasi siklus PPEPP, yang meliputi tahapan Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu. Melalui mekanisme ini, setiap temuan lapangan tidak lagi diposisikan sebagai rapor merah atau kelemahan institusional, melainkan dikonversi menjadi basis data untuk menyusun kebijakan strategis yang berbasis bukti.

Dengan adanya evaluasi berkala yang terintegrasi, IAI SEBI memproyeksikan penguatan posisi kelembagaan di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat. Komitmen kolektif seluruh elemen sivitas akademika dalam mengadopsi budaya peningkatan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement) menjadi modal utama institusi ini untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *