Milenianews.com, Bogor — Rombongan siswa Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor dan Bosowa School Makassar (BSM) sukses melaksanakan School Immersion Program di Perth Australia, 25 April hingga 2 Mei 2026.
Mereka berjumlah 29 orang. Terdiri dari: 19 orang dari SMP Bosowa Bina Insani (BBI), 4 orang dari SMA BBI, dan 6 orang dari SMA Bosowa School Makassar (BSM). Para siswa itu didampingi oleh dua guru pendamping.
Rombongan kembali ke Tanah Air, hari Sabtu, 2 Mei 2026. Mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta-Cengkareng, sekitar pukul 09.55 WIB.

Kedatangan mereka di Bandara Soekarno Hatta diambut Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani, Haposan Andi Citra. MPd; Head of Project & Development Bosowa School, Dedi Supriyadi S.Ag, M.Pd; dan Tim Akademik/ R & D Bosowa School.
Baca Juga : Bosowa School Gelar Pelepasan Siswa Peserta Kegiatan Immersion, English Camp, dan Homestay
Dari Bandara Soekarno Hatta, rombongan siswa Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor meluncur ke Bogor, setelah itu kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan rombongan dari Bosowa School Makassar melanjutkan perjalanan ke Kota Makassar, dan kembali ke rumah masing-masing.
Beradaptasi dengan Perspektif Global
Head of Project & Development Bosowa School, Dedi Supriyadi S.Ag, M.Pd mengatakan School Immersion Program di Perth, Australia memberikan siswa kesempatan untuk merasakan langsung sistem pendidikan kelas dunia di negara tersebut. Mereka diterima visit di Canning Vale College. Peserta mengikuti kelas-kelas lokal, berinteraksi dengan siswa Australia dan menjelajahi lingkungan belajar yang beragam yang memadukan keunggulan akademis dengan inovasi.
“Program ini juga membantu siswa mengembangkan kesadaran budaya dan beradaptasi dengan perspektif global sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi,” kata Dedi Supriyadi.

Dedi menjelaskan, selama berada di Perth, para siswa tinggal di house parents yang berbeda. “Pembelajaran yang didapatkan anak-anak berbeda-beda mengikuti schedule buddy-nya masing-masing. Sebagai contoh ada yang mendapat kelas Science, Indonesian, Humanities and Social Sciences, Design Technologies Materials, Mathematics, Physical Education, Visual Art, English, dan Health Education,” ujarnya.
Selama berada di Australia para peserta School Immersion Program mengunjungi Kings Park Botanical Garden, Elizabeth Quay, Fremantle Prison, Fremantle Market, Edith Cowan University, Scarborough Beach, Caversham Wildlife Park, Margaret River Chocolate Company, dan TAFE International.
Tak hanya sekadar menimba ilmu dan pengalaman dari masyarakat Australia, para rombongan School Immersion Program tersebut juga menampilkan sajian seni untuk masyarakat Australia. “Siswa Bosowa Bina Insani menampilkan medley tarian tradisional (Padang, Betawi, Kalimantan, Papua, dan Bali), sedangkan siswa Bosowa School Makassar menampilkan kreasi perpaduan tari modern dan tradisional,” kata Dedi.

Testimoni
Berikut ini testimoni dari Renata Betari Nawireja, kelas 8 SMP Bosowa Bina Insani:
Menurut saya, Immersion Program kali ini sangat dapat membantu para siswa untuk bisa beradaptasi dengan native speaker dari Australia agar mereka mengasah skill berbahasa Inggrisnya lebih dalam. Lalu menurut saya menggunakan sistem Homestay untuk tempat tinggal para siswa sangat pas karena kita masih butuh pengawasan dari orang yang lebih tua dan juga ini dapat membantu kita untuk mengasah skill berkomunikasi dengan orang luar negeri. Untuk transportasi selama di sana kita menggunakan transportasi umum tapi itu bisa menjadi nilai plus karena hal tersebut dapat mengasah kemandirian para siswa. Selain itu, para siswa ketika menjadi siswa tamu di sekolah Canning Valley Collage, di situ para siswa di asah keberaniannya, mereka dipaksa untuk dapat berkomunikasi dengan orang Australia yang bahkan mereka belum kenal, kemudian siswa dapat berkenalan kepada mereka dan menjadi teman mereka dengan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Berikut ini testimoni dari Muhammad Akbar, guru Bosowa School Makassar:
Immersion Program di Perth, Australia ini memberi pengalaman berharga bagi kami untuk merasakan langsung vibes hidup dan belajar di luar negeri. Siswa sangat menikmati lingkungan sekolah Canning Vale College yang beragam dan inklusif. Mereka ikut kelas reguler bersama siswa lokal dengan didampingi student buddy, jadi bisa memahami sistem pembelajaran Australia secara langsung. Di luar kelas, siswa juga mengeksplorasi beberapa kampus di Perth dan tinggal bersama host parents yang sangat membantu proses adaptasi budaya.
Sementara itu, guru pendamping turut berdiskusi dengan guru serta Kepala Pengembangan Bahasa di Canning Vale College dan melakukan observasi kelas untuk mempelajari metode mengajar di sana.
Secara keseluruhan, saya beri nilai 9/10 untuk program ini.













