Pesan Marquez kepada Afridza Munandar : Rest In Peace

afridza Munandar

Milenianews.com, Selangor – Pembalap Moto GP, Marc Marquez, turut berduka atas kecelakaan yang dialami mendiang Afridza Munandar. Marquez mempersembahkan podium kedua yang ia dapatkan di MotoGP Malaysia 2019 untuk Afridza. Afridza Munandar adalah pembalap muda Indonesia yang meninggal dunia dalam balapan ke-11 Idematsu Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu 2 November 2019, sore WIB.

Dilansir dari okezone(4/11) Afridza mengalami kecelakaan di tikungan 10 pada lap pertama ketika sedang berada di posisi enam. Afridza sempat mendapatkan perawatan di gravel sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Patut disayangkan, nyawa Afridza tidak terselamatkan karena luka-luka yang dideritanya cukup parah.

Afridza Munandar (Foto: Twitter/@AsiaTalentCup)
Afridza Munandar (Foto: Twitter/@AsiaTalentCup)

Kabar itu sontak membuat semua pembalap yang akan berlaga di GP Malaysia 2019 tersebut dirundung kesedihan. Para pembalap dan semua elemen MotoGP pun akhirnya mengadakan penghormatan dengan mengheningkan cipta sebelum rangkaian balapan di Sirkuit Sepang dimulai.

Marquez mengaku amat sedih dengan kepergian Afridza tetapi ia juga sadar bahwa kematian adalah salah satu risiko dalam dunia balap motor.

Baca Juga : Malaysia Gagal Gelar Kejuaraan Renang Dunia, Saddiq : Komitmen Kami Menolak Atlet Israel

Rest In Peace Afridza Munandar

Marquez menilai para pembalap sadar risiko kematian yang mungkin terjadi secara mendadak dan itu adalah kenyataan dalam dunia balap. Marquez berpesan kepada Afrizda untuk beristirahat dengan tenang karena ia telah sampai di garis finis.

“Kami tidak bisa melupakan bahwa semua orang di sini tahu dan menyadari risiko yang ada di sirkuit. Kami mengambil risiko untuk tiba di saat-saat indah dan untuk mencapai tujuan kami. Ketika kami mencapai tujuan kami, kami perlu menikmatinya. Hari ini kami menikmatinya karena dia (Afridza) sedang mencari momen ini,” ujar Marquez, seperti yang dikutip dari Crash, Minggu (3/11/2019).

“Dia mendorong dan mengendarai untuk gairahnya dan dia akan selalu menjadi pembalap paling istimewa di GP (Grand Prix). Hari ini momen indah datang untuk adik saya (Alex Marquez yang juara Moto2 2019) dan momen manis untuk saya, tetapi tentu saja Munandar juga mencari itu. Pada akhirnya dia kehilangan nyawanya, kami kehilangan dia, tetapi dia mengejar hasratnya dan ini adalah hal terbaik. Rest in peace,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *