Musik, News  

Lilin Kecil Itu Kini Abadi: James F. Sundah, Sang Maestro Yang Membawa Musik Nasional Hingga Ke Internasional Meninggal Dunia

James Sundah Meninggal Dunia
Sumber: CNN

Milenianews.com, Jakarta – Ada lagu-lagu yang lahir hanya untuk menjadi tren sesaat, meledak di tangga lagu lalu menguap ditelan zaman. Namun, ada pula lagu yang seolah meresap ke dalam sumsum tulang sebuah bangsa, menjadi lagu wajib dalam setiap perpisahan, perenungan, atau momen-momen paling rapuh dalam hidup kita. Lilin-Lilin Kecil adalah salah satunya. Lagu itu bukan sekadar rangkaian nada, melainkan sebuah pelukan hangat bagi siapa saja yang merasa kehilangan arah.

Hari ini, dunia musik Indonesia mendadak kehilangan cahayanya. Sang arsitek di balik lirik-lirik magis tersebut, James F. Sundah, telah menyelesaikan perjalanan panjangnya. Di tengah hiruk-pikuk kota New York yang tak pernah tidur, sang komposer legendaris memilih untuk beristirahat selamanya, meninggalkan deretan karya yang akan terus berpijar meski penciptanya telah tiada.

Baca juga: James Van Der Beek Meninggal Dunia Akibat Kanker Usus Besar, Ini Cara Mencegahnya!

Kepergian Sang Maestro di Tengah Musim Semi New York

Telah terkonfirmasi di berbagai media berita online, kabar duka itu terbang melintasi samudera, mendarat di tanah air tepat saat fajar mulai menyingsing. James F. Sundah mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 11.28 waktu setempat di New York, Amerika Serikat. Sang istri tercinta, Lia Sundah Santoso atau Priscillia, menyampaikan kabar pilu ini melalui unggahan bersama akun Instagram miliknya dan sang suami yang seketika dipenuhi oleh air mata digital dari para kolega dan penggemar.

James meninggal dunia di usia 70 tahun setelah berjuang dengan gagah berani melawan kanker paru-paru. Penyakit ini mungkin telah menggerogoti fisiknya, namun tidak sedikit pun mampu memadamkan semangat artistiknya hingga detik terakhir. Ia pergi dengan tenang, dikelilingi oleh cinta dari keluarga kecilnya di perantauan. Pesan In Loving Memory yang diunggah keluarga menjadi penanda bahwa sosok yang selama ini kita kenal lewat harmoni indahnya, kini telah berpindah panggung ke keabadian.

Melampaui Lilin-Lilin Kecil dan Jejak Internasional

Berbicara tentang James F. Sundah tanpa menyebut Lilin-Lilin Kecil memang mustahil. Lagu itu adalah identitasnya. Namun, James adalah sosok yang jauh lebih luas dari satu judul lagu. Ia adalah alkemis musik yang mampu mengubah kata-kata sederhana menjadi anthem yang abadi. Ingatkah kita pada keceriaan yang menular dalam September Ceria milik Vina Panduwinata? Atau keberanian dalam lirik Astaga? Itu semua adalah buah pikir James.

Jejaknya tidak hanya berhenti di perbatasan Indonesia. James membuktikan bahwa musisi lokal memiliki kelas dunia. Ia terlibat dalam pembuatan lagu When You Came Into My Life yang dibawakan oleh band rock legendaris asal Jerman, The Scorpions. Ini adalah bukti nyata bahwa bahasa musik James bersifat universal. Ia bisa menyentuh hati pendengar di gang-gang sempit Jakarta hingga ke stadion-stadion besar di Eropa.

Sepanjang kariernya, ia menjadi teman duet ide bagi para diva dan musisi besar. Mulai dari Titiek Puspa, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, hingga Sheila Majid dari Malaysia. Mereka bukan sekadar rekan kerja, bagi banyak musisi, James adalah sosok kakak, mentor, dan sahabat yang selalu punya cara unik dalam memandang kehidupan melalui notasi.

Baca juga: Salman Borneo Meninggal, Sosok di Balik Banyak Karakter Legendaris

Pejuang Hak Cipta yang Tak Pernah Lelah

Di balik sisi lembutnya sebagai penulis lagu, James F. Sundah adalah seorang petarung. Ia adalah salah satu tokoh paling vokal dalam memperjuangkan hak-hak musisi dan pencipta lagu di Indonesia. Baginya, musik bukan hanya soal keindahan suara, tapi juga soal martabat dan keadilan bagi para kreatornya.

James memahami betul betapa pahitnya menjadi seniman di negeri yang seringkali abai terhadap hak kekayaan intelektual. Selama hidupnya, ia berjuang tanpa lelah agar Undang-Undang Hak Cipta benar-benar berpihak pada para pekerja kreatif. Ia ingin memastikan bahwa para penulis lagu bisa hidup layak dari keringat dan imajinasi mereka. Dedikasinya ini menjadikan kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi ekosistem industri kreatif tanah air. Ia pergi meninggalkan warisan berupa semangat juang yang harus diteruskan oleh generasi musisi muda.

Gelombang Belasungkawa dari Para Sahabat

Seketika setelah kabar kematiannya terkonfirmasi, media sosial dipenuhi oleh penghormatan terakhir. Rian Ekky Pradipta, vokalis D’Masiv, tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Begitu pula dengan Ruth Sahanaya, yang dengan penuh emosi menyebut James sebagai kakak dan sahabat terbaiknya. Kehilangan ini sangat personal bagi mereka yang pernah bersentuhan langsung dengan kebaikan hati James.

Rapper Saykoji hingga sutradara Jay Subyakto turut memberikan penghormatan terakhir, menandakan betapa luasnya pengaruh James lintas genre dan disiplin seni. Mereka semua sepakat: James bukan hanya kehilangan besar bagi keluarganya, tapi juga lubang besar di jantung kebudayaan Indonesia.

Baca: Aktor Senior Epy Kusnandar Tutup Usia, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka

Selamat Jalan James F. Sunda

James F. Sundah mungkin telah pergi meninggalkan New York dan dunia yang fana ini. Namun, ia telah melakukan apa yang diimpikan oleh setiap seniman: menjadi abadi melalui karyanya. Selama lagu September Ceria masih diputar saat bulan kesembilan tiba, selama Lilin-Lilin Kecil masih dinyanyikan untuk memberi harapan bagi mereka yang putus asa, maka James F. Sundah tidak pernah benar-benar pergi.

Ia telah mewariskan lebih dari sekadar lagu; ia mewariskan standar kualitas, integritas, dan keberanian untuk membela hak-hak seniman. Selamat jalan, Om James. Terima kasih telah meminjamkan kata-kata indahmu untuk mewakili perasaan kami selama puluhan tahun. Lilin kecilmu kini telah menyatu dengan cahaya abadi di sana. Rest in Love.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *