Milenianews.com, Kalimantan – Setiap musim kemarau, Indonesia seperti mengulang episode yang sama: hutan terbakar, asap datang, tim pemadam bergerak, lalu semuanya reda sebelum cerita serupa muncul lagi. Kini, Kalimantan Selatan kembali menghadapi karhutla dengan kepulan asap tebal yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah.
Pemantauan hingga Kamis (20/8) menunjukkan titik kebakaran terpadat berada di Kalimantan Selatan dengan perkiraan area terdampak mencapai 572 kilometer persegi. BNPB memastikan tim darat dan udara terus melakukan pemadaman.
“Sampai saat ini Satgas penanganan karhutla, baik tim udara maupun darat, terus-menerus memberikan layanan terbaik untuk memadamkan api di beberapa provinsi terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Baca juga:Â Kebakaran Hutan di Los Angeles Sebabkan Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
Asap Bukan Sekadar Gangguan
Karhutla bukan hanya soal hutan yang hangus. Asap dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kualitas udara masyarakat.
Masalahnya, kebakaran hutan bukan cerita baru. Kalimantan dan Sumatra telah berulang kali mengalami karhutla besar dalam beberapa dekade terakhir.
Baca juga:Â Hari Gajah Sedunia 2026, Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan Kian Terancam
Karena itu, memadamkan api saja tidak cukup. Pencegahan harus menyentuh tata kelola lahan, pembukaan lahan tanpa bakar, pengawasan kawasan, dan keterlibatan masyarakat.
Sebab kalau setiap tahun kita hanya sibuk mengejar api, mungkin yang sebenarnya perlu dikejar adalah akar masalahnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













