Milenianews.com, Jakarta – Pernah terpikir siapa yang sebenarnya sedang mengusir siapa? Gajah Sumatera dan Kalimantan kehilangan ruang hidup akibat hutan yang berubah menjadi perkebunan, jalan, dan permukiman.
Ironisnya, ketika gajah masuk ke wilayah manusia, justru satwa itu yang dianggap mengganggu.
Populasi Terus Menyusut
Data Kementerian Kehutanan hingga Juli 2026 mencatat sekitar 1.100 gajah Sumatera tersebar di 21 kantong, turun dari 2.400-2.800 ekor pada 2007. Di Kalimantan, populasinya diperkirakan tinggal 30-80 ekor.
Baca juga: Ternyata Gajah Pemilih Makanan Juga Seperti Manusia Lho!
Selain kehilangan habitat, gajah menghadapi ancaman perburuan dan perdagangan gading. Fragmentasi hutan juga meningkatkan konflik sekaligus mengancam keberagaman genetik populasi.
Konservasi Jadi Taruhan
Pemerintah memperkuat perlindungan melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2026, termasuk menjaga 21 lanskap gajah Sumatera dan satu lanskap gajah Kalimantan serta membatasi izin baru di habitatnya.
Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus menjadi pengingat bahwa konservasi bukan sekadar memasang foto gajah di media sosial. Jika habitat terus menyempit, gajah Nusantara bisa berubah dari penghuni hutan menjadi sekadar cerita.
Manusia boleh membangun negeri, tetapi jangan sampai pembangunan membuat penghuninya sendiri kehilangan rumah.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.











