Milenianews.com, Bogor– Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Pamuji Lestari didampingi Kepala BRMP Unggas dan Aneka Ternak serta Kepala.Balai Embrio Ternak, Ditjen PKH melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring ke kelompok penerima Program Ayam Petelur Canghegar di Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (22/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan bantuan pemerintah untuk usaha peternakan sekaligus menyerap aspirasi dan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kelompok di lapangan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, ketua kelompok menyampaikan bahwa tingginya harga pakan menjadi tantangan utama dalam menjalankan usaha ayam petelur.
Selain itu, kelompok juga mengeluhkan turunnya harga jual telur yang berdampak pada menurunnya keuntungan usaha dan kemampuan kelompok untuk mengembangkan skala usahanya.
Tidak hanya itu, kelompok juga mengusulkan agar jumlah bantuan ayam petelur pada program selanjutnya dapat ditingkatkan. Menurut mereka, jumlah ayam yang diterima saat ini masih belum memenuhi skala ekonomi jika dibandingkan dengan jumlah anggota kelompok yang harus memperoleh manfaat dari program tersebut.


Ketua Kelompok Canghegar, Endang Darmawan, mengungkapkan bahwa bantuan pemerintah berupa ayam petelur sangat membantu meningkatkan aktivitas dan kemampuan ekonomi anggota. Namun, keberlanjutan usaha masih sangat dipengaruhi oleh biaya produksi, terutama pakan yang porsinya mencapai 70% dari biaya operasional.
“Kami sangat berterima kasih atas program ini karena telah membuka peluang usaha bagi anggota kelompok. Namun, saat ini kami menghadapi tantangan berupa harga pakan yang terus meningkat, sementara harga telur di pasaran justru mengalami penurunan. Selain itu, jumlah ayam yang diterima masih relatif terbatas untuk dibagi manfaatnya kepada seluruh anggota kelompok,” ujar Endang Darmawan.
“Kami berharap bantuan ayam petelur kedepan dapat menambah jumlah satuan yang semula 600 ekor menjadi sekitar 2.000-3.000 ekor sehingga usaha yang dijalankan benar-benar mencapai skala ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Pamuji Lestari menyampaikan bahwa masukan dan aspirasi yang disampaikan kelompok akan menjadi bahan penting untuk diteruskan kepada pimpinan di kementerian serta pihak-pihak terkait guna mencari solusi yang tepat.
“Kami hadir untuk mendengar dan melihat langsung kondisi di lapangan. Permasalahan tingginya harga pakan, fluktuasi harga telur, serta kebutuhan peningkatan skala usaha merupakan masukan yang sangat berharga. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada jajaran pimpinan di Kementerian Pertanian sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program ke depan, sehingga bantuan yang diberikan dapat semakin efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kelompok,” ujar Dr. Pamuji Lestari.
Ia juga berharap kelompok tetap menjaga semangat dan meningkatkan manajemen usaha, sembari pemerintah terus berupaya memperkuat program pemberdayaan peternak rakyat agar lebih berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi kelompok penerima bantuan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan usaha peternakan rakyat yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.








